Bisnis.com, MAKASSAR - Demo Makassar telah menelan 4 korban jiwa dan menyebabkan orang luka-luka. Pemerintah meminta kepada warga agar tidak bersikap brutal.
Namun, sayangnya, massa menjadi marah karena polisi melakukan serangan menggunakan gas air mata dan water canon secara brutal kepada warga Makassar. Kondisi ini memancing kemarahan pendemo.
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengimbau kepada seluruh masyarakatnya untuk menahan diri agar tidak terprovokasi imbas kerusuhan unjuk rasa yang terjadi di Makassar.
Dia menyerukan agar tiap wilayah menjaga stabilitas daerahnya masing-masing. Mengutamakan ketertiban dan keamanan bersama.
“Sudah ada korban jiwa, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menahan diri. Mari kita jaga Sulsel tetap aman dan damai,” ucap Andi Sudirman di Makassar, Sabtu (30/8/2025).
Kericuhan akibat aksi demonstrasi di Kota Makassar sendiri pecah hingga Sabtu (30/8/2025) dini hari. Massa membakar Gedung DPRD Kota Makassar dan DPRD Provinsi Sulsel.
Baca Juga
Akibat insiden tersebut, empat orang dilaporkan tewas. Dua orang meninggal dunia akibat melompat dari atas gedung dan dua lainnya terjebak dalam ruangan kantor.
Empat orang yang meninggal antara lain Kepala Seksi Kesra Kecamatan Ujung Tanah Syaiful, Anggota Satpol PP Kota Makassar Budi, Fotografer DPRD Makassar Ubay, dan Staf Ajudan Anggota DPRD Kota Makassar, Sarinawati.
Oleh sebab itu Andi Sudirman pun berharap seluruh pihak dapat terus menjaga suasana damai dalam menyampaikan pendapat.
“Kita semua mencintai daerah ini. Mari kita rawat kedamaian, saling menghormati, dan menjaga persatuan demi masa depan Sulawesi Selatan yang lebih baik,” terangnya.