Bisnis.com, JAKARTA - Muhammad Akbar Basri atau yang disapa Abay menjadi salah satu korban yang meninggal karena pembakaran gedung DPRD Makassar pada Jumat malam (29/8).
Abay yang bekerja sebagai fotografer Humas DPRD Kota Makassar ditemukan tidak bernyawa di lantai 3 gedung DPRD Makassar, bersama seorang korban lainnya.
Melansir unggahan Instagram Antaranews, Sabtu (30/8) Abay dan seorang korban lainnya diduga bersembunyi dan terjebak saat massa mulai masuk dan membakar gedung DPRD Makassar. Dia disebut tidak sempat keluar hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tak benyawa.
Sejumlah saksi menyebut ada beberapa pegawai yang mencoba menyelamatkan diri dengan melompat dari lantai empat. Namun, sang fotografer tidak ikut serta.
Video yang beredar mencatat pesan-pesan terakhir Abay. Nafasnya yang makin berat seakan menyadari kematian yang mendekat. Ada kecemasan, kekhawatiran yang dipadukan dengan harapan kepada Allah.
"Bissmilah. Mohon maaf kalau ada salahku semua," tulisnya pada pesan WA.
Baca Juga
"Sehat sehatki nah." tambahnya.
"Dikepung. Nd bsa apa2. Nda Bsaaa."
"Mohon doataa. Ksihan," tulis Abay.
Abay bagi banyak orang dikenal sebagai orang yang baik. Dia fotografer yang setia mendokumentasikan setiap kegiatan. Bagi rekan-rekan, Abay dikenal sebagai pribadi yang ramah dan selalu tersenyum.
Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar masih ingat ketika pertama kali mengajak Abay bergabung lewat fraksi Golkar di DPRD hingga kemudian dikenal sebagai fotografer.
Di tengah suasana duka, Munafri memberikan penguatan kepada keluarga yang ditinggalkan. Kepergian Abay, katanya, bukan hanya kehilangan besar bagi keluarga, tetapi juga bagi jajaran pemerintahan kota.