Jelajah Investasi 2023: Bone Siapkan 10 Hektare untuk Budi Daya Sapi Potong

Jika luasnya dianggap masih belum cukup, Pemkab Bone punya opsi penambahan lahan hingga 25 hektare lagi.
Petani sapi di Desa Lampoko, Kabupaten Bone, Andi Amiruddin tengah memperlihatkan sapi peliharannya di sekitar kawasan budidaya sapi potong milik Pemerintah Kabupaten Bone./Bisnis-Paulus Tandi Bone
Petani sapi di Desa Lampoko, Kabupaten Bone, Andi Amiruddin tengah memperlihatkan sapi peliharannya di sekitar kawasan budidaya sapi potong milik Pemerintah Kabupaten Bone./Bisnis-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, MAKASSAR — Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare demi memfasilitasi para calon investor yang ingin melakukan pengembangan kawasan budi daya sapi potong di wilayahnya. Keberadaan lahan tersebut secara sah dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Bone yang berlokasi di Desa Lampoko, Kecamatan Barebbo.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Bone Andi Musafir mengatakan, di lokasi tersebut saat ini telah terbangun dua kandang eksisting untuk penggemukan sapi, 1 pabrik pakan ternak, 1 gudang, 1 office, dan 1 bangunan pusat kesehatan hewan.

Selanjutnya melalui investasi senilai Rp36,37 miliar, rencananya pembangunan akan dikembangkan lagi dengan mendirikan Rumah Pemotongan Hewan (RPH), cold storage, tempat penyimpanan bahan baku pakan, dan pembangunan sembilan sumur bor.

"Jika ada investor yang ingin berinvestasi dan luasan yang sekarang dirasa masih belum cukup, maka kita masih punya opsi pelebaran lahan, bahkan bisa ditambah hingga 25 hektare lagi," ungkapnya.

Dia menambahkan, peternakan ini sendiri modelnya adalah peternakan rakyat. Potensi pengembangannya yaitu bermitra dengan rakyat atau para peternak tradisional di Desa Lampoko.

Sapi yang berasal dari masyarakat, nantinya akan dibeli dan digemukkan di lokasi budi daya ini. Kemudian selanjutnya akan dipotong dan dagingnya akan dibekukan untuk dijual dengan target pemotongan antara 80-100 ekor perbulannya.

Untuk perencanaan, produk yang akan dihasilkan adalah daging beku, namun Musafir tidak memungkiri jika selanjutnya produk olahan sapi di lokasi ini akan dikembangkan lagi menjadi daging kemasan.

Dia menambahkan, sejauh ini sebenarnya sudah ada calon investor yang melirik budi daya ini seiring pihaknya telah melakukan presentasi terkait dengan program tersebut di hadapan calon investor asal Belgia. Meskipun perkembangannya masih dalam tahap negosiasi namun telah menjadwalkan kunjungan ke lokasi.

Direncanakan calon investor ini akan datang ke Bone pada Agustus tahun ini. Pada kunjungan nantinya, mereka ingin melihat perkembangan laju penerapan inseminasi buatan dan teknologi reproduksi.

"Pemerintah daerah sudah melihat peluang ini dan telah melakukan perbaikan infrastruktur terutama jalan ke lokasi tersebut," tuturnya.

Potensi jual sapi dari wilayah ini sendiri sudah cukup potensial mengingat pasarnya yang telah menyentuh luar provinsi. Salah seorang peternak di Desa Lampoko, Andi Amiruddin mengatakan dalam sebulan dirinya bisa menjual 26 ekor sapi ke beberapa wilayah, utamanya ke Kalimantan Selatan.

"Ada beberapa jenis yang banyak dibeli sama pembeli terutama di Kalimantan, ada jenis sapi  limosin, simental, angus, dan bali," katanya.

Dia juga mengungkapkan sebagian besar penduduk desanya atau sekitar 90 persen warga memiliki sapi yang siap diperdagangkan. Bagi mereka, sapi merupakan ternak yang paling utama harus dimiliki dibanding ternak yang lain. Biasanya mereka membeli beberapa sapi yang ada di luar daerah seperti dari Sinjai maupun Gowa, kemudian dibudi daya hingga bisa diperdagangkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper