Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kronologis Demo Makassar, dari Tuntutan Gaji DPR hingga Empat Orang Tewas

Demo di Makassar menolak tingginya gaji DPR berujung rusuh, empat orang tewas saat massa membakar Gedung DPRD. Gubernur imbau warga jaga ketertiban.
Suasana di kantor DPRD Makassar yang dibakar massa saat unjukrasa Jumat malam (29/8/2025) hingga Sabtu dini hari (20/8/2025). Unjukrasa yang awalnya kondusif pada sore hari berubah jadi pembakaran saat malam hingga dini hari yang menelan 3 korabn jiwa dan puluhan mobil di kantor DPRD Makassar dan DPRD Sulawesi Selatan. Bisnis/Paulus Tandi Bone
Suasana di kantor DPRD Makassar yang dibakar massa saat unjukrasa Jumat malam (29/8/2025) hingga Sabtu dini hari (20/8/2025). Unjukrasa yang awalnya kondusif pada sore hari berubah jadi pembakaran saat malam hingga dini hari yang menelan 3 korabn jiwa dan puluhan mobil di kantor DPRD Makassar dan DPRD Sulawesi Selatan. Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA -- Ratusan massa di Makassar memiliki kegelisahan dengan kota-kota lainnya, yakni tingginya tunjangan gaji DPR, ditambah muncul korban mobil rantis Brimob.

Warga Makassar melakukan demo gaji DPR di dua lokasi yakni Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel di Jalan Urip Sumohardjo dan Polda Sulsel di Jalan Perintis Kemerdekaan. Namun, ternyata jumlah massa yang datang lebih banyak.

Titik-titik demo di Kota Makassar tersebar hingga belasan titik dan di jalan-jalan besar, termasuk di Kantor DPRD Kota Makassar dan provinsi. Aksi demo ini juga berlangsung hingga matahari terbenam.

Pihak kepolisian  berusaha memukul mundur para pendemo dengan menyiram massa menggunakan water cannon dan juga menembaki dengan gas air mata. Namun, aksi aparat semakin memancing kemarahan warga Makassar. Bentrokan pun terjadi.

Suara ledakan berulang-ulang kencang di udara. Polisi berkali-kali hendak memukul mundur pendemo, tetapi gagal. Pedihnya gas air mata di hidung dan kulit, ternyata tidak ada apa-apanya kepedihan rakyat yang hidup dengan upah murah, sambil  melihat anggota DPR mendapatkan tunjangan jumbo.

Aparat polisi pun tidak bisa membendung kemarahan pengunjuk rasa. Pendemo menerobos pagar DPRD di Jalan Andi Pangeran Pettarqni Makassar, merusak, lalu membakar fasilitas kantor DPRD Kota Makassar, pada Jumat malam 29 Agustus 2025.

Situasi saat itu yang tanpa ada pengamanan pihak kepolisian, membuat massa leluasa turut membakar gedung. Usai Gedung DPRD Makassar terbakar, massa melanjutkan aksinya ke Kantor DPRD Provinsi Sulsel.

Di DPRD Sulsel, pengunjung rasa kemudian masuk ke area kantor dan turut membakar bangunan gedung. Akibat kejadian tersebut, empat orang yang saat kejadian sedang berada di Gedung DPRD Makassar dilaporkan tewas.

Sebanyak  dua orang melompat dari atas gedung dan dua lainnya terjebak dalam ruangan kantor.

"Ada 4 orang meninggal," ungkap mantan Sekretaris DPRD Makassar yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Dahyal, Sabtu (30/8/2025).

Korban tewas antara lain:
1. Kepala Seksi Kesra Kecamatan Ujung Tanah, Syaiful: melompat dari lantai 4 Gedung DPRD Makassar.
2. Anggota Satpol PP Kota Makassar, Budi: melompat dari lantai 4 Gedung DPRD Makassar.
3. Fotografer DPRD Makassar, Ubay: terjebak di dalam Gedung DPRD Makassar dan meninggal dalam kondisi hangus terbakar. 
4. Staff Ajudan Anggota DPRD Kota Makassar, Sarinawati: terjebak di dalam Gedung DPRD Makassar dan meninggal dalam kondisi hangus terbakar. 

Dalam kesempatan terpisah, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengimbau kepada seluruh masyarakatnya untuk menahan diri agar tidak terprovokasi imbas kerusuhan unjuk rasa yang terjadi di Makassar.

Andi Sudirman menyerukan agar tiap wilayah menjaga stabilitas daerahnya masing-masing. Mengutamakan ketertiban dan keamanan bersama.

“Sudah ada korban jiwa, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menahan diri. Mari kita jaga Sulsel tetap aman dan damai,” ucap Andi Sudirman di Makassar, Sabtu (30/8/2025).

Kericuhan akibat aksi demonstrasi di Kota Makassar sendiri pecah hingga Sabtu (30/8/2025) dini hari. Massa membakar Gedung DPRD Kota Makassar dan DPRD Provinsi Sulsel.

Akibat insiden tersebut, empat orang dilaporkan tewas. Dua orang meninggal dunia akibat melompat dari atas gedung dan dua lainnya terjebak dalam ruangan kantor.

Andi Sudirman pun berharap seluruh pihak dapat terus menjaga suasana damai dalam menyampaikan pendapat. “Kita semua mencintai daerah ini. Mari kita rawat kedamaian, saling menghormati, dan menjaga persatuan demi masa depan Sulawesi Selatan yang lebih baik,” terangnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro