Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya 4 Aparatur Sipil negara (ASN) dalam peristiwa tragis pembakaran Gedung DPRD Makassar pada Jumat (29/8/2025).
Sebagai informasi, insiden terbakarnya gedung ini imbas dari kericuhan aksi demonstrasi di Kota Makassar yang pecah hingga Sabtu (30/8/2025) dini hari. Massa membakar Gedung DPRD Kota Makassar dan DPRD provinsi Sulsel.
“Semoga arwah para almarhum diterima di sisi-Nya, keluarga diberikan ketabahan, dan para korban luka segera lekas sehat. Mari bersama menjaga ketertiban dan keselamatan, agar tidak ada lagi korban jiwa yang jatuh,” kata MenPANRB Rini Widyantini melalui unggahan Instagram @kemenpanrb, Sabtu (30/8/2025).
Rini juga berjanji bahwa negara akan memastikan pemenuhan hak-hak ASN yang gugur saat menjalankan tugas. Tak hanya itu, dia juga mendorong agar para ASN yang mengalami luka-luka untuk segera mendapatkan perawatan yang memadai dan layak supaya bisa segera pulih kembali.
Lebih lanjut, Rini pun berharap situasi dapat segera kembali kondusif. Dia menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan keselamatan bersama, baik bagi ASN, masyarakat, maupun aparat di lapangan.
“Saya berharap agar tidak ada lagi korban yang jatuh dalam aksi demonstrasi kali ini, baik dari masyarakat, ASN, maupun aparat,” ucapnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/8/2025).
Baca Juga
Adapun, dalam unggahan Instagram tersebut, diketahui ketiga orang tersebut adalah Staf Humas DPRD Kota Makassar Muh. Akbar Basri, Staf DPRD Kota Makassar Syahrina Wati, dan Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Kecamatan Tanah Ujung Syaiful Akbar.
Sementara itu, berdasarkan pemberitaan Bisnis sebelumnya ada satu orang lagi yang menjadi korban kebakaran gedung yakni Fotografer DPRD Makassar Ubay.
Di lain sisi, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman mengimbau kepada seluruh masyarakatnya untuk menahan diri agar tidak terprovokasi imbas kerusuhan unjuk rasa yang terjadi di Makassar.
Dia menyerukan agar tiap wilayah menjaga stabilitas daerahnya masing-masing. Mengutamakan ketertiban dan keamanan bersama.
“Sudah ada korban jiwa, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menahan diri. Mari kita jaga Sulsel tetap aman dan damai,” ucap Andi Sudirman di Makassar, Sabtu (30/8/2025).