Bisnis.com, MAKASSAR - PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui PLN Unit Pelaksana Proyek (UPP) Sulawesi Tengah telah melakukan pemberian tegangan pertama (energize) pada proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Kolonodale-Tentena dan Gardu Induk (GI) 150 kV Kolonodale. Sekaligus memastikan infrastruktur kelistrikan ini telah beroperasi.
General Manager PLN UIP Sulawesi Wisnu Kuntjoro Adi mengatakan proyek ini memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem kelistrikan Sulawesi, khususnya di Kabupaten Poso dan Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Dengan total panjang jaringan transmisi mencapai 126,181 kilometer sirkuit (kms) dan kapasitas Gardu Induk 30 MVA yang didukung oleh 362 tower, infrastruktur kelistrikan ini diharapkan mampu memberikan dampak besar bagi masyarakat dan dunia usaha sehingga dapat menikmati pasokan listrik yang lebih stabil dan andal di wilayah tersebut.
Dia juga menegaskan bahwa proyek ini tidak hanya meningkatkan kualitas kelistrikan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap efisiensi biaya operasional PLN.
“Dengan beroperasinya SUTT dai GI Kolonodale ini, PLN mampu mengurangi penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dalam mendukung program dedieselisasi guna mengurangi emisi karbon dan keberlanjutan lingkungan. Selain itu, kami berharap proyek ini memberikan dampak besar bagi masyarakat dan dunia usaha karena berpotensi menyalurkan listrik sebesar ±10 MW,” jelas Wisnu melalui keterangan resmi, Sabtu (29/3/2025).
Manager UPP Sulawesi Tengah Qadri menambahkan pihaknya terus berkomitmen dalam menghadirkan listrik yang berkualitas bagi masyarakat, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan menjaga keberlanjutan swasembada energi di Indonesia.
Baca Juga
PLN dikatakannya berhasil menyelesaikan proyek ini dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi, yakni 69,94% pada GI dan 62,5% pada SUTT.
"Keberhasilan proyek ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan negara," ucapnya.
Sementara Bupati Morowali Utara Delis Julkarson Hehi bersyukur atas selesainya proyek ini dan telah dilakukan pemberian tegangan pertama (energize) serta akan dilanjutkan ke proses penyempurnaan untuk menjamin keandalan dan mendukung pencapaian rasio elektrifikasi di daerahnya.
"Dengan beroperasinya SUTT dan GI ini, menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan pasokan listrik yang andal, merata dan dalam upaya mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat serta mendukung pencapaian target rasio elektrifikasi di Kabupaten Morowali Utara,” tuturnya.