Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Sulsel Baru 40 Persen Pekerja

BPJS Ketenagakerjaan akan menyasar pekerja sektor keagamaan dan petani guna mencapai target 2,8 juta pekerja.
Nugroho Nafika Kassa
Nugroho Nafika Kassa - Bisnis.com 23 November 2022  |  15:04 WIB
Peserta BPJS Ketenagakerjaan di Sulsel Baru 40 Persen Pekerja
Karyawati beraktivitas di salah satu kantor cabang BPJamsostek di Jakarta (24/1/2022). - Bisnis/Suselo Jati
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR — BPJS Ketenagakerjaan baru melindungi 1,1 juta orang pekerja di Sulawesi Selatan atau 40 persen dari total pekerja di wilayah setempat yang mencapai 2,8 juta orang.

Asisten Deputi Bidang Kepesertaan Kanwil BPJS Sulawesi Maluku Alias AM mengatakan pihaknya tengah bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sulsel untuk memperluas cakupan. Targetnya pada 2023 bisa tumbuh 11 persen atau mencakup 50 persen lebih dari total pekerja.

"Kita berkolaborasi dengan pemerintah provinsi supaya kebijakan yang dikeluarkan oleh provinsi bisa dikolaborasikan dalam pengambilan langkah-langkah percepatan perlindungan jaminan sosial," ungkap Alias, Rabu (23/11/2022).

Dia mengatakan akan lebih menyasar pekerja rentan seperti guru mengaji, imam masjid, marbot masjid, serta yang bekerja di gereja dan rumah ibadah lainnya. Selain itu sasaran prioritas lainnya adalah petani dan nelayan.

"Sasaran prioritas kita selain yang bekerja di sektor keagamaan, juga para petani, nelayan dan para pekerja rentan lainnnya," tambahnya.

Sementara Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani mengungkapkan pemerintah pusat telah mengeluarkan Instruksi Presiden No 2/2021 tentang Optimalisasi Penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Dalam regulasi tersebut, diinstruksikan kepada kepala daerah se-Indonesia untuk mengambil langkah-langkah percepatan.

Tujuannya agar seluruh pekerja baik pekerja informal maupun pekerja formal bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Abdul Hayat yang juga bertindak sebagai Ketua Tim Percepatan pun meminta kepada seluruh kepala daerah untuk turun langsung ke lapangan mengecek jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

"Edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan juga harus dilakukan secara massif," tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulsel makassar BPJS Kesehatan bpjs ketenagakerjaan
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top