Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gerakkan Ekonomi Desa, Sulsel Target 600 Desa Wisata pada 2023

Ekowisata melalui pengembangan desa wisata mulai menjadi program Pemprov Sulsel sejak 2021, pengembangannya pun diklaim terus mengalami kemajuan.
Nugroho Nafika Kassa
Nugroho Nafika Kassa - Bisnis.com 16 November 2022  |  20:30 WIB
Gerakkan Ekonomi Desa, Sulsel Target 600 Desa Wisata pada 2023
Kambo Highland di Desa Wisata Kambo, Kota Palopo, Sulawesi Selatan - Ist
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menargetkan terbentuknya 600 desa wisata pada 2023 mendatang dengan fokus pengembangan ekowisata. Tujuan utamanya untuk menggerakkan ekonomi desa.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sulsel Devo Khadafi mengatakan ekowisata melalui pengembangan desa wisata ini mulai menjadi programnya sejak 2021 lalu. Pengembangannya di Sulsel diklaim terus mengalami kemajuan setiap tahunnya.

Hal tersebut bisa dilihat dari beberapa desa wisata yang berhasil mendapatkan penghargaan di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Seperti Desa Wisata Barania di Sinjai, Desa Wisata Matano di Lutim, Desa Wisata Kambo di Palopo, dan Desa Wisata Campaga di Bantaeng.

"Kita bersyukur karena kerja keras semua pihak mulai dari tingkat provinsi sampai di tingkat desa terlihat dan dihargai. Ini harus menjadi motivasi untuk lebih baik tahun depan. Target kita, 600 desa wisata tahun depan," kata Devo, Rabu (16/11/2022).

Jumlah desa wisata asal Sulsel yang menjadi peserta ADWI 2022 sendiri sebanyak 465 desa. Selain menempatkan Sulsel menjadi provinsi terbanyak pesertanya, juga menjadikan Sulsel terbanyak lolos di 50 besar terbaik.

"Konsep pengembangan desa wisata adalah menjadikan desa sebagai destinasi pariwisata. Dengan cara memadukan daya tarik wisata alam dan budaya, layanan fasilitas umum pariwisata, serta aksesibilitas yang memadai, dengan tata cara dan tradisi kehidupan masyarakat desa," jelasnya.

Dia menambahkan, pengelolaan desa wisata yang baik dan profesional akan menggerakkan sadar wisata dan sapta pesona. Dimana sapta pesona diarahkan untuk mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata.

"Jika ini terwujud, diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat, karena ekonominya meningkat pula berkat terciptanya iklim kondusif di sektor pariwisata," ujar Devo.

Memajukan desa wisata, sambung Devo, akan menggerakkan perekonomian di desa. Lapangan kerja baru akan terbuka luas, disertai kesempatan kerja yang lebih banyak bagi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

DESA WISATA sulsel
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top