Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Biaya Rapid Test di Palu Diminta Tak Lebih Rp250.000

Kemenkes menetapkan biaya tes cepat (rapid test) tertinggi adalah Rp150.000.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Juli 2020  |  13:35 WIB
Petugas medis menunjukkan alat tes cepat (rapid test) Covid-19 buatan dalam negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (9/7/2020). - Antara/Arnold
Petugas medis menunjukkan alat tes cepat (rapid test) Covid-19 buatan dalam negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (9/7/2020). - Antara/Arnold

Bisnis.com, PALU - Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu dr Huzaima meminta fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) yang melayani pemeriksaan tes cepat (rapid test) Covid-19 tidak memasang tarif di atas Rp250.000.

"Kalau harga alat rapid test Rp150 ribu. Kalau ditambah jasa pemeriksaan dan analis oleh dokter maksimal Rp100 ribu lagi sehingga total Rp250 ribu," katanya kepada Antara, Senin (20/7/2020).

Kebijakan itu berlaku bagi pelaku perjalanan mandiri. Sementara bagi warga berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP), Orang Tanpa Gejala (OTG), Pasien Dalam Pengawasa (PDP) dan pasien terkonfirmasi Covid-19 gratis.

Menurutnya, tarif pemeriksaan tes cepat Rp250.000 sudah maksimal sehingga jika ada faskes yang mengenakan tarif di atas itu pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak faskes untuk mempertanyakan alasan pemasangan tarif di atas Rp250.000.

"Kami tidak bisa memberikan sanksi kepada faskes tersebut, kami hanya berharap biaya pemeriksaan tes cepat seragam, maksimal Rp250 ribu. Di bawah itu lebih bagus lagi," ujarnya.

Hingga saat ini Husaema menyatakan semua faskes di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah itu mematok biaya pemeriksaan tes cepat paling tinggi Rp250.000.

"Saya belum menerima informasi berupa laporan atau aduan terkait adanya faskes yang mematok di atas Rp250 ribu. Kalaupun ada itu dengan biaya pembuatan Surat Keterangan Berbadan Sehat (SKBS) Rp25.000," katanya.

Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/I/2875/2020 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan "Rapid Test" Antibodi.

Dalam SE yang ditandatangani Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Bambang Wibowo pada 6 Juli 2020, ditetapkan bahwa biaya tes cepat (rapid test) tertinggi adalah Rp150.000.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulteng palu

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top