Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

TPID Sulsel Prioritaskan Pasokan BBM untuk Sektor Produktif

Langkah yang akan dilakukan mulai dari alih kuota BBM, konversi BBM ke BBG, dan program kerja sama SPBU nelayan.
Nugroho Nafika Kassa
Nugroho Nafika Kassa - Bisnis.com 05 Januari 2023  |  13:00 WIB
TPID Sulsel Prioritaskan Pasokan BBM untuk Sektor Produktif
Nelayan membawa bahan bakar. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR — Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Pertamina akan lebih berupaya menjaga ketersediaan pasokan BBM, terutama pada sektor produktif seperti pertanian, perikanan, dan lainnya pada 2023 ini.

Beberapa kebijakan akan dilakukan mulai dari alih kuota BBM, konversi BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG), dan program kerja sama SPBU nelayan. Hal tersebut dilakukan guna mengendalikan inflasi Sulsel yang begitu dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM pada 2022 lalu.

"Saat ini BBM merupakan komoditas yang harganya ditentukan oleh pemerintah, penyesuaian harga BBM telah berdampak pada kenaikan inflasi sepanjang 2022, terutama di Sulsel," jelas Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel Causa Iman Karana di Makassar, Rabu (4/1/2023).

Apalagi saat ini pemerintah resmi mencabut PPKM, yang diproyeksi hal tersebut akan meningkatkan aktivitas ekonomi di wilayah ini dan membuat konsumsi BBM juga meningkat.

Oleh karena itu, pemenuhan kuota BBM subsidi dan non subsidi terutama untuk sektor produktif perlu menjadi perhatian, karena berisiko mengganggu proses produksi dan distribusi bahan pangan.

"Selama harga BBM itu sendiri tidak berubah maka sebenarnya tidak akan menjadi sumber tekanan inflasi, namun sektor produktif lah yang mempengaruhi. Makanya harus menjadi perhatian kami supaya inflasi Sulsel lebih terkendali," papar Causa.

Dia juga berharap Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat tetap disalurkan untuk menjaga daya beli masyarakat yang terdampak kenaikan harga-harga, di antaranya akibat kenaikan BBM.

"Pemberian bantuan ini masih diperlukan, namun dengan memperhatikan kapasitas fiskal daerah yang masih terbatas. Penyaluran yang cepat dan tepat sasaran menjadi poin krusial yang perlu mendapatkan perhatian," tuturnya.

Diketahui Sulsel mengalami inflasi tahunan sebesar 5,77 persen (yoy) pada 2022, di atas nasional yang hanya 5,51 persen (yoy). Inflasi Sulsel secara umum lebih tinggi dibandingkan 2021 yang dipengaruhi salah satunya kebijakan pengalihan subsidi BBM pada September 2022 lalu.

Secara khusus, kenaikan harga BBM memiliki andil sebesar 0,95 persen (yoy) terhadap angka inflasi pada Desember 2022 di wilayah ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulsel makassar
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top