Pengendalian Inflasi Sulsel 2023, Ini Langkah TPID

TPID akan mengacu pada ketersediaan pasokan komoditi, keterjangkauan harga, dan kelancaran distribusi.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Causa Iman Karana./BI Sulsel
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Causa Iman Karana./BI Sulsel

Bisnis.com, MAKASSAR — Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah mewaspadai berbagai sumber tekanan yang bisa saja mengerek inflasi Sulsel pada 2023.

Salah satunya adalah gangguan produksi dampak cuaca yang kurang kondusif utamanya pada komoditas beras, tomat, dan ikan-ikanan, karena komoditas ini bisa menjadi sumber tekanan inflasi dari sisi supply.

Masih tingginya harga komoditas global seperti kedelai dan gandum juga diperkirakan akan menjadi sumber tekanan pada inflasi bahan makanan.

Dari sisi demand, adanya peningkatan mobilitas masyarakat pasca pencabutan PPKM dan kenaikan UMP Sulsel akan memberikan dorongan inflasi dari sisi permintaan.

Oleh karena itu TPID Sulsel mengambil beberapa langkah strategis guna melakukan pengendalian inflasi dengan mengacu pada ketersediaan pasokan komoditi, keterjangkauan harga, dan kelancaran distribusi.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Causa Iman Karana mengatakan, pihaknya saat ini tengah memperkuat ketersediaan pasokan melalui urban farming atau gerakan tanam cabai dan program pekarangan rumah.

Sulsel juga tengah menjalankan Program Mandiri Benih yang diklaim telah berhasil meningkatkan produktivitas lahan padi. Untuk mencapai keterjangkauan harga komoditi, pasar murah dan operasi pasar akan terus dilaksanakan di wilayah ini, khususnya komoditas utama seperti beras, minyak goreng, telur ayam ras, daging ayam, daging sapi, tepung terigu, dll.

TPID pun kerja sama antara Bulog dan toko ritel dalam rangka memperpendek jalur distribusi barang sehingga stabilisasi harga terjaga dengan baik.

"TPID Sulsel melibatkan satgas pangan untuk merancang dan melaksanakan strategi pengendalian inflasi yang tepat sasaran dan optimal. Berbagai informasi juga senantiasa disampaikan kepada publik untuk terus menjaga ekspektasi masyarakat," jelas Causa kepada Bisnis, Rabu (4/1/2023).

Lebih lanjut, Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) kembali akan dilakukan pada 2023 yang ditujukan untuk menjaga ekspektasi inflasi di wilayah ini.

Secara umum Bank Indonesia bersama Pemda dalam TPID Sulsel akan terus berupaya dalam menjaga stabilitas harga, baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, sehingga sasaran inflasi nasional 2023 sebesar 3,0±1% dapat tercapai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper