Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

12 Bank Perkreditan Rakyat di Sultra Bakal Merger, Begini Perkembangannya

Penggabungan menjadi dua BPR rampung pada 2021.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Januari 2021  |  13:16 WIB
OJK memproses rencana merger 12 BPR di Sulawesi Tenggara.
OJK memproses rencana merger 12 BPR di Sulawesi Tenggara.

Bisnis.com, KENDARI - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara menargetkan penggabungan 12 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bahteramas menjadi dua rampung pada 2021.

Kepala OJK Sultra Mohammad Fredly Nasution di Kendari, Minggu (17/1/2021), mengatakan Pemprov mengajukan permohonan penggabungan 12 BPR menjadi dua yakni BPR Bahteramas Sultra bagi daratan dan BPR Bahtermas Kepulauan Buton bagi daerah Kepulauan.

"Kalau merger (penggabungan) alhamdulillah sudah berproses. Pemprov selaku pemegang saham terbesar sudah mengajukan permohonan kepada OJK untuk dilakukan peleburan 12 BPR Grup Bahteramas menjadi dua grup BPR. Mudah-mudahan tahun ini bisa dituntaskan prosesnya itu," kata Fredly.

Ia menyampaikan bahwa saat ini dokumen verifikasi kelengkapan untuk izin prinsip dan izin operasional tengah diperiksa oleh OJK pusat. Setelah proses pemeriksaan selesai dan dinyatakan memenuhi syarat peleburan/penggabungan, izin prinsip sudah dapat dikeluarkan.

"Sekarang masih dalam tahap penelitian dokumen. Nanti ada Service Level Agreement (SLA), kalau tidak salah itu sekitar 30 hari akan ada proses tersebut," ujarnya.

Ia menjelaskan dalam pengajuan Pemprov, BPR Bahteramas Sultra gabungan dari tujuh BPR, yakni BPR Kendari, Kolaka, Konawe, Konawe Selatan (Konsel), Kolaka Utara (Kolut), Bombana dan Konawe Utara (Konut).

Sementara BPR Bahteramas Kepulauan Buton, yakni BPR  Buton, Baubau, Raha, Buton Utara (Butur) dan Wakatobi.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi menginginkan penggabungan BPR Bahteramas dapat segera dituntaskan.

"Saya minta merger ini bisa segera selesai supaya BPR ini bisa lebih kuat dan ada efisiensi anggaran," kata Ali Mazi.

Menurutnya, jumlah BPR Bahteramas terlalu banyak sehingga perlu dilebur menjadi dua agar pelayanan dan eksistensinya bisa dirasakan oleh masyarakat, khususnya sebagai bank perkreditan yang membantu pelaku UMKM di desa-desa.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpr sulteng sultra

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top