Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dilantik Jadi Pj Wali Kota Makassar, Rudy Diminta Siapkan Strategi Hadapi Pandemi

Rudy Djamaluddin secara resmi menjabat sebagai Penjabat Wali Kota Makassar yang sebelumnya dijabat oleh Yusran Yusuf. Amanah sebagai Pj Wali Kota Makassar dipegang Yusran hanya 45 hari.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 27 Juni 2020  |  15:12 WIB
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, melantik Rudy Djamaluddin sebagai Penjabat Wali Kota Makassar, Jumat (26/6/2020) - Istimewa
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, melantik Rudy Djamaluddin sebagai Penjabat Wali Kota Makassar, Jumat (26/6/2020) - Istimewa

Bisnis.com, MAKASSAR - Rudy Djamaluddin secara resmi menjabat sebagai Penjabat Wali Kota Makassar yang sebelumnya dijabat oleh Yusran Yusuf. Amanah sebagai Pj Wali Kota Makassar dipegang Yusran hanya 45 hari.

Keputusan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mencopot Yusran disebut-sebut karena ketidakmampuan Yusran dalam upaya penanganan pandemi Covid-19 di Makassar. Yang mana diketahui Makassar telah menjadi episentrum penyebaran.

"Saya sudah maksimal. Semua cara dan upaya sudah saya lakukan, tapi kok persoalan pandemi di Sulsel ini tidak beres-beres, bahkan terus melebar ke daerah-daerah yang tadinya sudah berstatus zona hijau," ungkap Nurdin, Jumat (26/6/2020).

Olehnya itu, ia meminta Pj Wali Kota Makassar yang barudilantik untuk bekerja sungguh-sungguh dan profesional, merangkul semua elemen masyarakat di Makassar untuk bersama menyelesaikan permasalahan ini. Terlebih, Makassar episentrum utama penyebaran Covid-19 di Provinsi Sulsel.

"Kepada Pj Wali Kota yang baru, tidak mungkin bisa sendiri menyelesaikan persoalan ini. Kita harus bersama-sama. Solidkan tim, camat, lurah, RT/RW dan seterusnya. Bagi camat dan lurah yang tidak bekerja maksimal, tidak ada ampun, usulkan untuk dievaluasi," tegas Nurdin.

Bagi Nurdin, keputusan untuk mengganti Prof Yusran dengan Prof Rudy adalah sebuah hal yang sangat sulit dan berat untuk diambil. Namun, demi menjaga harkat dan martabat pemerintahan, pergantian itu harus dilakukan. Sebab menurutnya, jika tidak dilakukan hal itu akan dianggap sebagai pembiaran.

Sebagai infoemasi kasus Covid-19 di Kota Makassar saat ini mencapai 2.596 kasus positif. Angka tersebut lebih dari 50 persen dari kasus di Sulsel. Olehnya itu, Nurdin kembali menaruh harap pada Rudy agar serius dalam melakukan penanganan dan pencegahan penyebaran virus Corona di Makassar.

Usai dilantik, Rudy mengamini pernyataan Nurdin. Ia mengaku hadir melayani melayani masyarakat Kota Makassar. Ia menyatakan juga telah menyiapkan sejumlah strategi dalam upaya penanganan Covid-19. Fokus utamanya yakni mengeluarkan Makassar dari zona merah.

"Kuncinya adalah kepatuhan, kejujuran dan kebersamaan. Kita akan upayakan secepatnya," kata Rudy yang juga masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sulsel.

Meski demikian, ia meminta agar diberi waktu untuk memetakan strategi dan langkah konkret, agar hasilnya bisa berjalan maksimal. Paling lambat kata Rudi dalam waktu dua minggu atau satu bulan pihaknya sudah siap menjalankan strategi itu.

Rudy juga menambahkan tetap akan menjalankan fungsi lainnya sebagai Pj wali kota, dengan menjalankan roda pemerintahan dan mempersiapkan pelaskanaan Pilkada Kota Makassar yang bakal dihelat 9 Desember mendatang.

"Saya mewanti-wanti kepada seluruh ASN di Makasar untuk netral. Kalau ada yang tidak netral, kita langsung evaluasi," tukasnya. (k36)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar sulsel
Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top