Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sempat Diizinkan, Gubernur Sulsel Kini Larang Pembukaan Mal

Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah menegaskan bahwa pusat perbelanjaan seperti mal masih ditutup sampai ada kebijakan pusat untuk diperbolehkan dibuka kembali.
Sitti Hamdana R
Sitti Hamdana R - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  22:34 WIB
Tampilan Nipah Mal Makassar yang mengusung konsep urban di Kota Makassar - Siti Munawaroh
Tampilan Nipah Mal Makassar yang mengusung konsep urban di Kota Makassar - Siti Munawaroh

Bisnis.com, MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan, Prof HM Nurdin Abdullah menegaskan bahwa pusat perbelanjaan seperti mal masih ditutup sampai ada kebijakan pusat untuk diperbolehkan dibuka kembali.

Dikutip dari Antaranews, pernyataan Nurdin tersebut merupakan hasil rapat koordinasi bersama Forkompinda, pelaku usaha, dan Majelis Ulama indonesia (MUI).

"Kami pertegas tidak ada [pembukaan mal], tidak ada kebijakan daerah, kebijakan pusat kita satu komando," kata Nurdin Kamis (28/5/2020).

Dia mengatakan telah memberikan pemahaman kepada semua pihak terkait tahapan untuk menghadapi fase kenormalan baru atau new normal life.

Menurut Nurdin, pemerintah dan TNI menempuh pendekatan persuasif termasuk kepada pelaku usaha agar kebijakan yang diberlakukan tak menimbulkan kepanikan.

"Kita undang semua untuk berdiskusi. Kita sampaikan tadi dengan sangat tegas fase-fase yang akan kita jalankan untuk menyambut new normal," katanya.

Namun faktanya, sejumlah mal di Makassar sudah beroperasi sebelum Hari Raya Idulfitri 1441 H. Pembukaan mal jelang lebaran tersebut pun berdasarkan izin dari pemerintah.

Nurdin Abdullah pada saat itu menyatakan, pembukaan mal karena masyarakat membutuhkan pakaian baru jelang lebaran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar sulsel
Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top