Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Izinkan Resepsi Pernikahan di Tengah Pandemi, Pj Wali Kota Makassar Ditegur Gubernur Sulsel

Penjabat Wali Kota Makassar Yusran Jusuf mendapat teguran keras dari Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah karena membolehkan resepsi pernikahan di tengah pandemi.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  16:32 WIB
Gubernur Sulsel Nurdin  Abdullah. - Bisnis/Andini Ristyaningrum
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. - Bisnis/Andini Ristyaningrum

Bisnis.com, MAKASSAR - Penjabat Wali Kota Makassar Yusran Jusuf mendapat teguran keras dari Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Hal itu berkaitan dengan kebijakan yang dikeluarkan Yusran di tengah merebaknya pandemi virus corona atau Covid-19.

Salah satunya yaitu kebijakan Yusran yang membolehkan sejumlah aktivitas yang bisa memicu orang-orang berkerumun. Misalnya saja, dengan memberi izin pergeralaran resepsi pernikahan. Nurdin menilai, hal itu tentu bertentangan dengan kampanye pemerintah yang meminta warga untuk tetap beraktivitas di rumah saja dan taat menjalankan social distancing.

"Ini tentu sangat berisiko. Kebijakan Pj Wali Kota itu sangat tidak populis, dan sebaliknya justru akan merugikan masyarakat. Apalagi, kita sedang gencarnya meminta masyarakat untuk tetap dirumah saja," jelas Nurdin, Selasa (26/5/2020).

Nurdin menyebut, keputusan tersebut terlalu dini, dan tidak mempertimbangkan dampaknya. Seharusnya PJ Wali Kota Makassar berkoordinasi dengan Pemprov Sulsel dalam setiap keputusannya. Apalagi, hal ini menyangkut keselamatan orang banyak. Membuka ruang untuk resepsi pernikahan kata dia, sama saja memberi ruang penyebaran Covid-19.

Dengan tegas Nurdin meminta kepada PJ Wali Kota Makassar agar tidak menghadirkan kebijakan yang membuat masyarakat kebingunan. Nurdin menjelaskan, yang terpenting saat ini yakni seluruh pihak mesti fokus dalam upaya menekan penyebaran virus Corona. Apalagi saat ini Sulsel sudah menduduki posisi keempat dengan angka pasien positif terbanyak di Indonesia.

"Harusnya kita menghargai yang sudah jalan sebelumnya, bagaimana pejabat sebelumnya getol melakukan itu. Harusnya juga kita menghargai pengorbanan para tim medis yang sudah bekerja keras, mereka rela meninggalkan keluarga demi mencegah dan menyelamatkan pasien covid-19," terang Nurdin.

Sebagai informasi jumlah pasien positif Covid-19 di Sulsel per tanggal 26 Mei 2020 mencapai 1.352 orang. Sementara khusus wilayah Makassar yaitu sebanyak 682 pasien positif Covid-19, dengan jumlah ODP sebanyak 1.287 dan PDP 735 orang. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar sulsel Virus Corona
Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top