Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Antisipasi Virus Corona, Sulsel Tingkatkan Kewaspadaan

Yang paling penting itu adalah pelabuhan dan bandara. Itu yang utama kita awasi.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 27 Januari 2020  |  21:18 WIB
Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, MAKASSAR - Menanggapi teror virus corona yang mulai menyebar ke berbagai negara, Pemerintah Provinsi Sulsel juga mengambil langkah antisipasi untuk menghadapi teror tersebut.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menjelaskan meski Indonesia masih negatif terjangkit virus jenis Novel Coronavirus itu, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan. Pemprov Sulsel telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut di Sulsel.

"Yang paling penting itu adalah pelabuhan dan bandara. Itu yang utama kita awasi karena merupakan pintu masuknya orang-orang yang berkunjung dari luar. Termasuk dari China," ungkap Nurdin, Senin (27/1/2020).

Kendati Sulsel masih relatif aman namun, alat pendeteksi suhu panas tubuh manusia atau thermal scanner tetap dipasang di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar maupun Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Alat tersebut dinilai mampu membantu petugas kesehatan bandara dan pelabuhan, terdapat orang yang terindikasi suspect virus-virus dari luar Indonesia. Menurut Nurdin pengawasan ketat mulai dilakukan sejak maraknya beredar isu virus Corona.

"Kita juga sudah mengimbau pihak rumah sakit jika menemukan gejala kasus virus Corona, maka lokalisasi atau karantina harus cepat dilakukan demi mencegah penyebaran lebih lanjut," terang Nurdin.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ichsan Mustari juga mengemukakan virus corona masih berupa ancaman. Dengan demikian, kata dia, prosedur-prosedur yang biasanya dilakukan untuk mencegah ancaman serupa akan terus dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait.

"Misalnya pengecekan kesehatan di pelabuhan, bagaimana mendeteksi orang-orang yang masuk terutama dari Cina. Meski penerbangan internasional di Sulsel hanya dari Malaysia dan Jeddah, tapi tetap prosedur itu seperti deteksi dilakukan di bandara," kata Ichsan.

Sebelumnya, masyarakat Sulsel sempat dirisaukan dengan pesan berantai terkait warga Sulsel yang terindikasi terpapar virus Corona usai berkunjung dari China beberapa waktu lalu. Direktur Utama RSUP Wahidin Sudirohusodo Khalid Saleh membantah hal tersebut.

Khalid mengatakan kabar adanya pasien RSUP Wahidin dengan diagnosa mengidap virus corona adalah tidak benar. Pasien tersebut hanya mengidap sakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau biasa disebut dengan ISPA. (K36)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar sulawesi selatan
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top