Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Uang Elektronik di Makassar masih Didominasi Transaksi Pembayaran Tol

Penggunaan uang elektronik di Kota Makassar masih terkonsentrasi pada sektor transportasi melalui transaksi pembayaran tol di Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan tersebut.
Amri Nur Rahmat
Amri Nur Rahmat - Bisnis.com 26 Desember 2018  |  23:56 WIB
Transaksi tol non tunai - Istimewa
Transaksi tol non tunai - Istimewa

Bisnis.com, MAKASSAR - Penggunaan uang elektronik di Kota Makassar masih terkonsentrasi pada sektor transportasi melalui transaksi pembayaran tol di Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan tersebut.

Menurut Direktur Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Dwityapoetra S. Besar, elektronifikasi tol 100% di Makassar yang ditetapkan sejak November 2018 membuat pemanfaatan uang elektronik lebih banyak terserap pada sektor transportasi.

Kendati demikian, lanjut dia, pemanfaatan uang elektronik atau Unik diharapkan bisa lebih inklusif pada seluruh sektor jika standar sistem pembayaran berbasis quick response (QR) code telah dirampungkan dan ditetapkan Bank Sentral.

Menurutnya, kebijakan terkait QR code itu telah memasuki tahapan finalisasi dan diproyeksikan bisa membuat masyarakat lebih mudah bertransaksi dengan skema non tunai sesuai dengan semangat cashless society.

"Kemudian bank atau pihak yang menyediakan sistem QR code itu didukung dengan kehati-hatian. Misal masalah keamanan transaksi, keamanan data utamanya kerahasiaan data nasabah," katanya dalam Silaturahmi Akhir Tahun BI Provinsi Sulsel, Rabu (26/12/18).

Sebagai informasi, kebijakan itu akan menjadi acuan wajib bagi pelaku bisnis yang melayani pembayaran non tunai berbasis QR code.

Bank Indonesia menargetkan standar QR code akan diluncurkan paling cepat pada kuartal I/2019. Proyeksi ini sedikit molor dari target sebelumnya yakni pada akhir tahun 2018.

Sejauh ini, BI mencatat ada 29 perusahaan yang telah memiliki izin operasional sistem pembayaran berbasis QR code. 

Di antaranya adalah sistem teknologi QR code yang tersedia melalui aplikasi Yap! milik PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dan MyQR milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Pada sisi lain, Dwityapoetra optimistis penerapan kebijakan QR code nantinya bakal lebih mendorong masyarakat terkhusus di Makassar untuk bertranskasi secara non tunai.

"Sehingga sektor lain juga makin aktif dalam cashless society ini. Tidak hanya pada transportasi, tetapi juga sektor lain seperti jasa, rumah makan dan lainnya.".

Sebelumnya, Wapimwil BRI Wilayah Makassar Subechan mengemukakan My QR adalah inovasi perseroan yang memudahkan transaksi nasabah. 

Khusus dalam cakupan Kanwil Makassar, papar dia, terdapat 6.674 merchant yang siap melayani transaksi berbasis QR code. 

"Sedangkan untuk di Kota Makassar sendiri 1.370 merchant, seperti restoran, coffe shop dan lainnya. Uang elektronik kami juga bisa digunakan di tol," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tol makassar uang elektronik
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top