Penopang Ekonomi Sulsel Tumbuh 4,51% Selama 2023

Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 13,63%;
Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale Indonesia di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019)./JIBI
Articulated dump truck mengangkut material pada pengerukan lapisan atas di pertambangan nikel PT. Vale Indonesia di Soroako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Kamis (28/3/2019)./JIBI

Bisnis.com, MAKASSAR — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Sulawesi Selatan (Sulsel) selama 2023 mengalami pertumbuhan sebesar 4,51% dibanding pada 2022 (c-to-c). Pertumbuhan positif terjadi pada semua kategori lapangan usaha.

Kepala BPS Sulsel Aryanto memaparkan, lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 13,63%; disusul jasa lainnya sebesar 11,22%; jasa perusahaan sebesar 9,28%; pengadaan listrik dan gas sebesar 8,63%; serta transportasi pergudangan sebesar 8,54%.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Pengeluaran Konsumsi LNPRT (PK-LNPRT) sebesar 8,83%; disusul komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,61%; Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 4,30%; serta komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) sebesar 0,49%.

Sedangkan beberapa komponen pengeluaran tercatat mengalami kontraksi, antara lain komponen ekspor barang dan Jasa turun 0,80% dan komponen impor barang dan jasa turun 6,09%.

Aryanto menambahkan, pertumbuhan ekonomi Sulsel pada 2023 ini tercatat masih lebih rendah dari capaian tahun sebelumnya yang mampu tumbuh 5,10%. Faktor cuaca yang ekstrem disebut menjadi pengaruh utama melambatnya pertumbuhan ekonomi wilayah ini pada tahun tersebut.

"Tahun 2023 merupakan tahun yang cukup berat karena faktor cuaca yang ekstrem sangat mempengaruhi pertanian Sulsel. Hantaman banjir di awal tahun dan Elnino yang berkepanjangan membuat sejumlah produksi pertanian mengalami penurunan produksi, seperti komoditas tanaman pangan hingga harga perikanan yang anjlok akibat faktor cuaca," jelasnya melalui keterangan resmi, Senin (5/2/2024).

Sementara berdasarkan pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun, Sulsel pada triwulan IV/2023 mengalami pertumbuhan sebesar 3,79% (yoy). Dari sisi produksi, lapangan usaha jasa lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,56%. Dari sisi pengeluaran, komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit Rumah Tangga (LNPRT) sebesar 15,06%.

Namun ekonomi Sulsel pada triwulan IV/2023 mengalami kontraksi sebesar 1,47% (q-to-q). Dari sisi produksi, lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,70%. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 28,68%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler