Inflasi Sulsel Awal Tahun Terkendali, Lebih Rendah dari Nasional

Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Sulsel Januari 2024 sebesar 2,57% (yoy).
Ilustrasi inflasi./Freepik
Ilustrasi inflasi./Freepik

Bisnis.com, MAKASSAR - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Januari 2024 sebesar 2,38% (yoy), lebih rendah dari angka inflasi nasional yang sebesar 2,57% (yoy).

Kepala BPS Sulsel Aryanto mengatakan inflasi Sulsel pada awal tahun ini cukup terkendali karena berada di bawah sasaran nasional. Bahkan tren inflasi di wilayah ini sudah cukup baik sejak September 2023 karena selalu konsisten berada di bawah angka 3%.

"Inflasi awal tahun kami katakan terkendali karena mampu di bawah 3% sesuai sasaran nasional. Inflasi dari tahun ke tahun di Sulsel sebenarnya juga sudah sudah cukup terkendali dengan menunjukkan tren di bawah 3% sejak September 2023," kata Aryanto melalui keterangannya, Kamis (1/2/2024).

Beras, diketahui masih menjadi komoditas yang memberikan pengaruh paling besar terhadap inflasi tahunan Sulsel dengan andil mencapai 0,85% pada Januari 2024. Kemudian disusul komoditas lain seperti sigaret kretek mesin (SKM) dengan andil 0,19%, emas perhiasan 0,12%, angkutan udara 0,12%, dan tomat 0,12%.

"Beras selama setahun yang lalu mengalami kenaikan harga dan andilnya mencapai 0,85% pada inflasi awal tahun ini. Lima besar penyumbang inflasi lainnya salah satunya adalah tomat, di mana komoditas ini memang sempat mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan pada bulan lalu," jelasnya.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi Sulsel terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks beberapa kelompok, seperti kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,95%, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,42%, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,58%, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,27%.

Kemudian ada kelompok kesehatan sebesar 2,13%, kelompok transportasi sebesar 1,56%, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,09%, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,00%, kelompok pendidikan sebesar 1,66%, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,55%, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,42%.

Kota IHK di Sulsel yang mengalami inflasi tahunan tertinggi adalah Kabupaten Wajo sebesar 4,78%, kemudian Kota Parepare 2,62%, Luwu Timur 2,60%, Bulukumba 2,32%, Watampone 2,31%, Sidrap 2,18%, Makassar 2,11%, dan Palopo 2,10%.

Sementara untuk inflasi bulanan Sulsel tercatat sebesar 0,36% (mtm). Komoditas yang memberi andil paling tinggi adalah tomat sebesar 0,18%, kemudian bawang merah 0,07%, kontrak rumah 0,07%, daging ayam ras 0,05%, dan ikan layang 0,05%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler