Penumpang Bandara Hasanuddin Naik 8,5% Pada 2023, Ini Pendorongnya

Pergerakan penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sepanjang 2023 tercatat mencapai 10.541.421 orang.
Kesibukan penerbangan pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (28/11)./Bisnis-Paulus Tandi Bone.
Kesibukan penerbangan pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (28/11)./Bisnis-Paulus Tandi Bone.

Bisnis.com, MAKASSAR - Pergerakan penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sepanjang 2023 tercatat mencapai 10.541.421 orang, naik 8,5% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 9.716.877 penumpang.

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Taochid Purnomo Hadi mengatakan, peningkatan ini didorong oleh pembukaan rute-rute baru oleh beberapa maskapai pada tahun tersebut. Total ada delapan rute yang dibuka, antara lain ke Cengkareng, Denpasar, Mamuju, Samarinda, Pontianak, Sorong, Biak, dan Merauke.

"Setelah pandemi yang melanda, kinerja operasional kita semakin menunjukkan angka peningkatan dari tahun ke tahun. Apalagi pada 2023 beberapa maskapai membuka rute baru melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin," ungkapnya, Kamis (11/1/2024).

Dia memerinci, pergerakan penumpang pada 2023 ini terdiri atas penumpang rute domestik sebanyak 10.164.361 orang dan penumpang rute internasional sebanyak 377.060 orang.

Rute terbanyak untuk penumpang domestik di antaranya menuju Cengkareng dengan jumlah 2.180.705 penumpang, kemudian Surabaya sebanyak 1.033.435 penumpang, dan Kendari sebanyak 567.526 penumpang. Sementara untuk rute internasional, paling banyak menuju Jeddah dengan jumlah mencapai 138.684 penumpang. 

Kenaikan pergerakan penumpang Bandara Hasanuddin selama 2023 juga sejalan dengan naiknya pergerakan pesawat. Tercatat ada 82.439 pergerakan pesawat pada 2023, naik 5,6% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 78.094 pergerakan. 

Namun untuk pergerakan kargo justru mengalami penurunan. Jumlahnya pada 2023 hanya tercatat sebanyak 88.895 ton, lebih rendah 8,3% dibanding jumlah pergerakan pada 2022 yaitu sebanyak 96.936 ton. 

“Kami berharap bahwa tren kenaikan pergerakan pesawat dan penumpang akan semakin baik di tahun 2024. Tentunya hal ini tidak lepas dari kerja sama antara pemeritah, maskapai dan pihak lain yang terlibat," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler