Rumah Pemotongan Hewan Gowa Menuju Industri Peternakan Modern

RPH ini telah memenuhi persyaratan teknis kesmavet dan kaidah kesejahteraan hewan.
Petugas memotong daging sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Ciroyom Bandung, Jawa Barat./Bisnis-Rachman
Petugas memotong daging sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Ciroyom Bandung, Jawa Barat./Bisnis-Rachman

Bisnis.com, MAKASSAR - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mendorong pertumbuhan industri peternakan modern sapi potong di Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan meresmikan rumah potong hewan (RPH) modern di Kabupaten Gowa.

RPH ini telah memenuhi persyaratan teknis kesmavet dan kaidah kesejahteraan hewan, sehingga produk yang dihasilkan akan lebih higienis dan jauh dari kontaminasi.

Dia mengatakan jika Sulsel selama ini merupakan salah satu sentra produsen sapi potong di Indonesia. Pada 2022 data populasi sapi di wilayah ini sebanyak 1,4 juta ekor dan produksi daging sapi sebanyak 126.200 ton.

Sapi-sapi dari Kabupaten Gowa sendiri telah memasok untuk kebutuhan lokal dan Kota Makassar. Sehingga peresmian ini diharapkan dapat mendorong Gowa sebagai kabupaten percontohan bagi daerah-daerah lainnya di Indonesia.

"RPH ini didukung dengan teknologi dan mekanisasi yang sangat memadai. Daging dari RPH akan lebih aman dan terjamin, karena dipastikan dagingnya aman dari penyakit, lebih bersih dan lebih higienis," jelasnya di Gowa, Kamis (16/3/2023).

Kualitas daging yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) dikatakannya memang menjadi indikator daging yang baik untuk dikonsumsi. Oleh karena itu RPH akan dijadikan sarana untuk menghasilkan produk tersebut.

Dia berharap, RPH Modern ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan semaksimal mungkin untuk dapat mendukung industri peternakan sapi potong, sehingga akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di wilayah ini.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengungkapkan bahwa wilayahnya memiliki potensi besar di sektor pertanian khususnya peternakan sapi. Beragam pembangunan dan pengembangan dari hulu ke hilir pada sektor ini direalisasikan melalui kerjasama multipihak, termasuk pelaku usaha dan pemerintah pusat.

“Di dataran rendah, saat ini kita lagi mengembangkan sapi potong, sapi potongnya itu RPH, dan juga pengembangan daging wagyu, ini semua dapat terlaksana berkat hadirnya kolaborasi penta-helix yang ada di sini,” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper