Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

151 Kebakaran Terjadi di Makassar Selama 2022, Sebagian Besar karena Korsleting Listrik

Pemerintah Kota Makassar mencatat telah terjadi 151 kasus kebakaran sepanjang 2022. Sebagian besar di antaranya diakibatkan oleh korsleting listrik.
Nugroho Nafika Kassa
Nugroho Nafika Kassa - Bisnis.com 10 Januari 2023  |  08:35 WIB
151 Kebakaran Terjadi di Makassar Selama 2022, Sebagian Besar karena Korsleting Listrik
Api membumbung tinggi saat terjadi kebakaran di kompleks Pertamina RU VI Balongan, Indramayu, Jawa Barat, Senin (29/3/2021) dini hari. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mencatat telah terjadi 151 kasus kebakaran di wilayahnya sepanjang 2022. Sebagian besar di antaranya diakibatkan oleh korsleting listrik.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar Hasanuddin mengatakan kebakaran akibat korsleting listrik terjadi sebanyak 88 kasus. Jumlah itu jauh lebih banyak dibanding kebakaran yang terjadi karena alang-alang yang hanya tercatat 14 kasus.

Sementara penyebab lainnya, kebakaran akibat tabung gas sebanyak 9 kasus, akibat lilin sebanyak 1 kasus, dan 25 kasus lainnya disebabkan faktor di luar beberapa hal tersebut.

Objek kebakaran pun beragam, paling banyak adalah kios dengan 935 kasus, rumah 170 kasus, kendaraan 44 kasus, tempat usaha 11 kasus, gudang 6 kasus, dan 52 kasus lainnya merupakan objek di luar hal tersebut.

"Dari total kasus kebakaran yang terjadi, luas area yang terdampak mencapai 22.175 meter persegi. Kerugian yang dialami pun ditaksir mencapai Rp21,6 miiar," ujar Hasanuddin di Makassar, Senin (9/1/2023).

Jika melihat perbandingan kasus dalam lima tahun terakhir, kasus kebakaran paling banyak terjadi pada 2019 dengan total 305 kasus, meningkat dibanding 2018 yang hanya 209 kasus.

Jumlah kasus kebakaran pada 2020 sempat menurun di angka 141 kasus, dan turun lagi pada 2021 di angka 138 kasus. Namun jumlahnya sedikit meningkat pada 2022 dengan 151 kasus.

Taksiran kerugian juga paling tinggi pada 2019 mencapai Rp25,5 miliar, sementara pada tahun sebelumnya hanya Rp22,04 miliar.

Sementara pada 2020 ditaksir kerugian mencapai Rp11,5 miliar, pada 2021 mencapai Rp22,01 miliar, dan pada 2022 mencapai Rp21,6 miliar.

"Dari semua kasus selama 2022, sekitar 60 persen dipadamkan oleh warga itu sendiri atau pemilik rumah. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa yang tercatat," tutur Hasanuddin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar pemkot makassar kebakaran pemadam kebakaran korsleting listrik
Editor : Taufan Bara Mukti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top