Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Konsumsi Listrik Sulselrabar Capai 9,54 TWh Selama 2022, Tumbuh 16,53 Persen

PLN UID Sulselrabar mencatat hingga Desember 2022, realisasi konsumsi listrik mencapai 9,54 Tera Watt hour (TWh) atau tumbuh 16,53 persen.
Nugroho Nafika Kassa
Nugroho Nafika Kassa - Bisnis.com 06 Januari 2023  |  14:45 WIB
Konsumsi Listrik Sulselrabar Capai 9,54 TWh Selama 2022, Tumbuh 16,53 Persen
Petugas PLN tengah memastikan ketersediaan listrik untuk sektor peternakan di Sulsel - PLN
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR - PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) mencatat hingga Desember 2022, realisasi konsumsi listrik di wilayah operasionalnya mencapai 9,54 Tera Watt hour (TWh) atau tumbuh 16,53 persen dibandingkan tahun lalu.

Peningkatan ini terutama dihasilkan konsumsi listrik dari golongan pelanggan industri, bisnis, rumah tangga dan electrifying agriculture.

General Manager PLN UID Sulselrabar Moch. Andy Adchaminoerdin menyampaikan, pertumbuhan konsumsi listrik di sektor industri bahkan cukup signifikan sepanjang 2022 mencapai 61,65 persen.

"Peningkatan konsumsi listrik hingga 2022 ini merupakan kabar baik dan diharapkan dapat meningkatkan geliat perekonomian bagi pelanggan di berbagai sektor," ujar Moch. Andy Adchaminoerdin di Makassar, Jumat (6/1/2023).

Di sisi lain pertumbuhan penjualan juga sejalan dengan penambahan pelanggan. Sampai dengan akhir 2022 jumlah pelanggan sebanyak 3.703.574 atau bertambah sebanyak 163.726 pelanggan dari tahun sebelumnya.

Pencapaian ini dikatakan Andy tak lepas dari beberapa strategi yang dilakukan PLN, utamanya dalam memastikan pasokan listrik di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat bisa cukup.

"Dengan pasokan daya yang dimiliki saat ini PLN memastikan kebutuhan listrik untuk masyarakat cukup, serta pasokan listrik yang andal ini juga bisa meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat," pungkas Andy.

Langkah lain yang dilakukan PLN yaitu dengan gencar mempromosikan promo tambah daya serta percepatan proses sambung baru.

Aplikasi PLN Mobile yang dianggap berhasil mempercepat seluruh proses ini mampu menghadirkan pelayanan yang semakin mudah dijangkau dan cepat.

"PLN Mobile menangani segala proses degan capat mulai dari pasang baru, tambah daya, bayar listrik, hingga membeli token," paparnya.

Pihaknya juga menyasar seluruh peluang pangsa pasar, mulai dari industri smelter, rumah tangga, sektor pertanian, budidaya ikan, peternakan ayam, pedagang kaki lima, hingga pemilik kendaraan listrik.

Guna mendukung terbentuknya ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), PLN UID Sulselrabar telah menyediakan 6 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Adapun  SPKLU tersebar di PLN ULP Mattoanging, PLN UP3 Makassar Selatan, Kantor Gubernur Sulawesi Selatan di Kota Makassar, PLN UP3 Parepare di Kota Parepare, PLN ULP Palopo di Kota Palopo dan PLN ULP Wuawua, di Kota Kendari.
 
PLN pun optimis pada 2023 seluruh sektor berjalan lebih baik sehingga konsumsi listrik juga mulai membaik.

"Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan," kata Andy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN sulawesi sulawesi selatan sulawesi tenggara sulawesi barat listrik
Editor : Taufan Bara Mukti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top