Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengentasan Kawasan Kumuh Mulai Digalakkan di Makassar

Melalui Program RISE, Pemkot Makassar mulai melalukan perbaikan infrastruktur saluran drainase, sanitasi, dan air bersih.
Nugroho Nafika Kassa
Nugroho Nafika Kassa - Bisnis.com 02 September 2022  |  17:10 WIB
Pengentasan Kawasan Kumuh Mulai Digalakkan di Makassar
Pemkot Makassar melakukan peletakan batu pertama Program RISE di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar - Pemkot Makassar
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR - Pengentasan kawasan kumuh melalui program Revitalising Informal Settlement and their Environment (RISE) di Kota Makassar tengah dilakukan.

Program kerja sama Kemitraan Indonesia-Australia untuk Infrastruktur (KIAT) ini menyasar Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanayya Kota Makassar.

Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan Australia mengentaskan kawasan kumuh di timur kota dibuktikan melalui ground breaking pelatakan batu pertama program RISE di Untia.

Pelatakan batu pertama dilakukan oleh Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto bersama Konjen Australia di Makassar Bronwyn Robbins dan Wakil Direktur RISE Diego Ramirez dari Monash University.

Danny Pomanto sapaan wali kota Makassar menyebut ada beberapa hal yang menjadi intervensi dalam program RISE. Mulai dari perbaikan infrastruktur saluran drainase, sanitasi, dan air bersih.

“Intervensi itu lewat teknologi, jadi yang kurang baik itu kita buat menjadi lebih baik dan dampaknya itu kita kita teliti juga apakah berguna atau tidak,” kata Danny, Jumat (2/9/2022).

Ia menyampaikan ada lima titik yang menjadi lokasi program RISE di Kota Makassar. Dua diantaranya sementara berjalan, yakni di Kelurahan Batua dan Untia.

Pemerintah Australia memberikan dukungan dana hibah sebesar AUD Rp4 juta melalui KIAT kepada Monash University bekerja sama Pemkot Makassar dan Universitas Hasanuddin untuk program RISE.

“Sebagai lokasi terpilih kita berharap program ini bida meningkatkan kesehatan masyarakat dan peningkatan kualitas lingkungan,” tuturnya.

Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap layanan air bersih dan sanitasi serta ketahanan iklim bagi penduduk yang tinggal di permukiman informal Makassar.

Lebih dari 300 rumah tangga di berbagai komunitas permukiman informal di Makassar akan menerima perbaikan yang berkelanjutan dan peka-air, termasuk sistem pengolahan air limbah alami, pemanenan air hujan, toilet, serta jalanan dan akses yang lebih baik.

“Jadi ini semacam penegasan bahwa Makassar adalah 'kota percontohan' global, dari teknologi ini untuk warga kami. Sejalan dengan Sombere and Smart City,” ungkap Danny.

Danny mengungkapKan perbaikan ini, dirancang bersama masyarakat, dan akan memberikan sarana sanitasi, air bersih, dan ketahanan iklim bagi ratusan rumah tangga di daerah yang sulit dijangkau oleh infrastruktur konvensional perkotaan.

Danny berharap uji coba RISE dapat membantu mempengaruhi dan menarik investasi dimasa depan ke dalam jenis solusi yang transformatif.

Program infrastruktur RISE ini berbeda dengan program infrastruktur lain. Sebelum membangun, tim RISE melibatkan semua orang mulai dari laki-laki, perempuan, orang tua, remaja dan anak-anak dalam kegiatan perencanaan bersama yaitu PANRITA atau perencanaan ri Kampungta. 

Salah satu warga Untia Merry Handayani mengatakan dirinya beserta warga lain merasakan dampak langsung dari RISE terhadap kesehatan anak-anak.

“Jadi jauh sebelum membangun kami semua warga dikumpulkan dan diedukasi. Darah, feses, anak saya diperiksa untuk diketahui kesehatannya dan apakah anak saya mengalami cacingan atau tidak,” ucapnya.

Diketahui program RISE hanya dijalankan di dua kota di dunia. Yakni Kota Makassar Indonesia dan Fiji di Suva.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar kemiskinan kawasan kumuh
Editor : Ajijah
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top