Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kembangkan Bisnis Kreatif Melalui Jejaring Komunitas Supporter Bola

Bisnis bisa dibangun dan dikembangkan dari jejaring komunitas.
Wahyu Susanto
Wahyu Susanto - Bisnis.com 25 Oktober 2020  |  13:48 WIB
Bisnis konveksi yang dijalankan anggota group supporter PSM Makassar, Redgank, Andi Sadli - Istimewa
Bisnis konveksi yang dijalankan anggota group supporter PSM Makassar, Redgank, Andi Sadli - Istimewa

Bisnis.com, MAKASSAR - Bisnis dan komunitas merupakan dua hal berbeda. Tetapi bagi sebagian orang, komunitas justru bisa menjadi jalan untuk mengembangkan bisnis.

Andi Sadli Gusnawan misalnya. Pria yang akrab disapa Inye ini justru melibatkan rekan-rekan komunitasnya, sesama member Red Gank yang tergabung dalam SuperSoccer Makassar untuk membantu usahanya di bidang percetakan kaos dan merchandise. 

“Saat ada project, kami biasanya memberdayakan anggota Red Gank lainnya. Ada sekitar 10 orang yang kami ajak untuk bekerja sama dengan sistem bagi hasil. Mereka akan mendapatkan 10 persen dari keuntungan,” ujar Inye, Minggu (24/10/2020).

Sejak 2019 Inye dipercaya untuk menjalankan Badan Usaha Milik Red Gank (BUMR). Hal ini tidak lepas dari posisinya sebagai Deputi Usaha dan Bisnis di Kementerian Badan Usaha Milik Red Gank.

“Saya memiliki usaha percetakan ini sejak 2016 dengan produksi kaos, merchandise, mug, id card, hingga plakat. Saat ini saya telah mendapatkan lisensi dari BUMR untuk mengerjakan project-project Red Gank dengan tetap memberikan royalty sesuai kesepakatan,” terangnya.

Inye menuturkan member Red Gank merupakan konsumen terbesar, terlebih saat Liga bergulir. Namun kemudian Inye sempat tertatih menjalankan bisnis karena dampak pandemi Covid-19. Tak kehabisan akal, ia kemudian mengubah pola penjualan dengan sistem preorder dan melakukan pemasaran secara online.

Selain menyasar pangsa pasar Red Gank yang tergabung dalam SuperSoccer Makassar, Inye juga melayani orderan dari luar komunitas. Orderan ini biasanya datang dari sejumlah perusahaan seperti jasa perjalanan dan property.

 “Prinsip saya adalah selalu jujur dan menjaga kepercayaan dari klien. Selain itu, kita juga harus selalu menjaga silaturahmi dan networking,” tandasnya.

Sementara itu Rizal Kasim, founder Cera Production pelaku usaha dalam bidang cinderamata, menyebut bisnis bisa dibangun dari komunitas. Menurutnya, komunitas bisa melakukan apa pun, baik untuk belajar maupun komersialisasi.

“Yang penting clear, harus dipisahkan antara aktivitas komunitas dan bisnis. Jadi aktivitas komunitas tetap berjalan, sementara harus ada orang-orang yang kompeten dari aspek usaha sehingga keduanya juga tetap bisa berjalan dan tidak tumpeng tindih,” ujar Peraih The Marketeers Youth Starup Icon Indonesia dari Marketeers Indonesia tahun 2013 dan Creative Entreprenur dari Bank Mandiri tahun 2016 itu.

Rizal menambahkan komunitas harus diajak melayani pasar yang lebih besar. Dengan demikian, pangsa pasar usaha tersebut tidak berhenti di komunitas saja.

“Bisnis itu harus bisa membantu menyelesaikan masalah orang. Kalau tidak, maka bisnis tidak akan bertahan lama. Komunitas memiliki banyak potensi untuk membantu penyelesaian masalah orang lain, dan itu adalah modal untuk membangun bisnis,” tutup Rizal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar sulsel psm makassar
Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top