Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penanganan Covid-19 Sulsel Diapresiasi Jokowi, Gubernur Nurdin : Kita Jangan Terlena

Sejauh ini, Sulsel masih menjalankan program isolasi pasien Covid-19 di hotel. Yang mana program tersebut menjadi program andalan.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  08:02 WIB
Gubernur Sulsel Nurdin  Abdullah. - Bisnis/Andini Ristyaningrum
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. - Bisnis/Andini Ristyaningrum

Bisnis.com, MAKASSAR - Penanganan Covid-19 di Sulawesi Selatan mendapat apresiasi Presiden Joko Widodo. Hal itu disampaikan Jokowi pada rapat terbatas (ratas) Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional melalui konferensi video di Jakarta, Senin (12/10/2020).

Pada rapat tersebut, Jokowi menyampaikan sejumlah progres dan pakaian positif dari sejumlah daerah dalam upaya penanganan Covid-19. Selain Sulsel, peningkatan penanganan pandemi Covid-19 kata Jokowi juga berhasil dilakukan Jawa Timur.

Hal itu diharapkan mampu menjadi contoh bagi provinsi-provinsi lain untuk mengendalikan pandemi di wilayah masing-masing dengan terus memantau pengendalian secara ketat dan meningkatkan jumlah pemeriksaan, penelusuran, dan perawatan pasien Covid-19.

"Saya mencatat angka-angka yang ada, Provinsi Jawa Timur dan Sulawesi Selatan menunjukkan perbaikan dalam pengendalian Covid. Saya kira ini bisa dijadikan contoh provinsi lain. Saya minta delapan provinsi prioritas yang lain tetap dimonitor secara ketat," kata Jokowi dalam keterangan.

Menanggapi hal itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengaku bersyukur atas apresiasi yang diberikan. Hal itu kata dia, tak lepas dari kerja sama para pihak terkait mulai dari tenaga kesehatan, dokter, satgas, dan seluruh pihak yang terlibat aktif dalam penanganan Covid-19 di Sulsel.

Kendati demikian, capaian itu diharap tak membuat masyarakat terlena lalu abai dalam menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari, utamanya saat beraktivitas di luar rumah. Sebab menurut Nurdin, menghadapi pandemi Covid-19 ini tergantung bagaimana menjalankan kedisiplinan hidup sehat.

"Ketika kita kendor, maka kasusnya akan naik. Jadi, jangan kita lupa untuk terus melindungi diri masing-masing dengan protokol kesehatan. Tetap gunakan masker, rajin cuci tangan, dan jaga jarak," jelas Nurdin.

Sejauh ini, Sulsel masih menjalankan program isolasi pasien Covid-19 di hotel. Yang mana program tersebut menjadi program andalan Pemerintah Provinsi Sulsel dalam menangani pasien Covid-19. Tercatat ada enam hotel yang digunakan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19.

Keenam hotel tersebut di antaranya, hotel Swiss Bell Losari, Almadera, Grand Imawan, Grand Palace, Remcy, dan Harper. Nurdin menjelaskan, program isolasi hotel tersebut dilakukan untuk meringankan beban rumah sakit dalam menangani pasien Covid-19.

"Jadi, kita pisahkan yang OTG diisolasi di hotel, sementara pasien yang komorbit dirawat di rumah sakit rujukan," jelas Nurdin.

Selain itu, belum lama ini, Pemprov Sulsel juga menghadirkan inovasi baru dalam penanganan Covid-19 yakni dengan progtam Trisula. Yang mana program ini dijalankan dengan melakukan tracking contact, testing secara masif, dan treatment atau edukasi kepada masyarakat. (k36)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulsel
Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top