Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Alasan Apindo Sulteng Dukung UU Cipta Kerja

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Sulawesi Tengah Achrul Udaya menilai kehadiran Undang-Undang Cipta Kerja adalah kabar baik untuk iklim investasi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  06:37 WIB
Ratusan buruh Serikat Buruh Sejahtera 1992 (SBSI 92) berunjuk rasa tolak RUU Cipta Kerja di Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta, samping Gedung MPR/DPR, Kamis (8/10/2020). JIBI - Bisnis - Aprianus Doni Tolok
Ratusan buruh Serikat Buruh Sejahtera 1992 (SBSI 92) berunjuk rasa tolak RUU Cipta Kerja di Jalan Gerbang Pemuda, Jakarta, samping Gedung MPR/DPR, Kamis (8/10/2020). JIBI - Bisnis - Aprianus Doni Tolok

Bisnis.com, PALU - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Sulawesi Tengah Achrul Udaya menilai kehadiran Undang-Undang Cipta Kerja adalah kabar baik untuk iklim investasi sehingga perlu didukung semua pihak.

"Adanya UU Cipta Kerja bisa menarik lebih banyak lagi investor luar untuk menanamkan investasinya di segala sektor di dalam negeri," katanya di Palu, Sulteng dikutip dari Antara, Selasa (13/10/2020).

Ia mengatakan tidak hanya itu saja, tetapi juga berdampak positif bagi kalangan dunia usaha dan para pekerja.

Menurut dia, jika dipandang dari sudut dunia usaha, dengan kehadiran UU Cipta Kerja, indeks saham telah mengalami kenaikan cukup menggembirakan.

Begitu pula, kalau di dalam penyerapan tenaga kerja, ini sangat baik karena ada beberapa hal yang memudahkan dalam berinvestasi di daerah-daerah, termasuk di Provinsi Sulteng.

Lagi pula, kata Achrul, sebelum undang-undang tersebut disahkan DPR, terlebih dahulu telah melalui uji publik. Semua pihak sudah terlibat ikut merancangnya dan kepentingan pekerja sudah diakomodasi dalam UU Cipta Kerja.

Contohnya, kata dia, soal upah untuk tingkat provinsi, kabupaten, dan kota dibahas di tingkat daerah. Begitu juga soal pesangon pekerja, semuanya sudah diakomodasi dalam undang-undang. Memang, pasti akan ada sebagian yang tidak puas dengan adanya omnibus law itu.

"Kalau tidak setuju, silakan ajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK)," ujarnya.

Achrul berharap semua pihak di Sulteng memberikan dukungan bagi investor untuk menanamkan investasi guna menumbuhkan dan meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulteng

Sumber : Antara

Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top