Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sulsel Memasuki Puncak Kemarau, Hasil Tani Terancam Anjlok

Puncak musim kemarau akan terjadi di daerah wilayah utara Kota Makassar
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 September 2020  |  06:03 WIB
Dampak musim kemarau - Antara/Aditya Pradana Putra
Dampak musim kemarau - Antara/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, MAKASSAR - Puncak kemarau 2020 di sejumlah daerah Sulsel berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar terjadi pada akhir September.

Menurut prakirawan BMKG Makassar Esti K, puncak musim kemarau akan terjadi di daerah wilayah utara Kota Makassar seperti Kabupaten Maros, Pangkep, Barru dan sebagian wilayah selatan yakni Kabupaten Gowa, Takalar dan Jeneponto.

“Berdasarkan indikator Hari Tanpa Hujan (HTH), kekeringan secara meterologis terjadi pada 31 persen zona musim atau ZOM. Deret hari kering bervariasi dalam hitungan hari hingga bulan,” terangnya dikutip Antara Senin (28/9/2020).

BMKG pun melansir sebagian besar wilayah yang telah mengalami kemarau akan memasuki 65 persen ZOM. Puncak kemarau di daerah dipengaruhi penguatan angin Monsun Australia.

Sementara 19 persen ZOM diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada September 2020. Puncak musim kemarau ini didefinisikan sebagai bulan atau periode waktu terkering dengan curah hujan yang turun di wilayah yang sedang mengalami kemarau berada pada tingkat paling rendah/minimum.

Menanggapi kondisi musim kemarau, salah satu Ketua Kelompok Tani di Kabupaten Maros Abd Wahid mengatakan, sedikitnya tiga kecamatan di Kabupaten Maros mengalami kekeringan yakni Kecamatan Bontoa, Lau dan Marusu.

"Akibatnya, tanaman sela berupa palawija juga kekurangan air, sehingga terancam tanaman tidak dapat berbuah," katanya. Berkaitan dengan hal itu, pihaknya berharap sudah mulai turun hujan pada Oktober 2020, agar tanaman petani dapat diselamatkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulsel kemarau

Sumber : Antara

Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top