Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sekolah di Sulsel Belum Penuhi Protokol Kesehatan, Belajar Daring Berlanjut

Sulsel masih menahan pembukaan sekolah untuk menghindari meluasnya infeksi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 September 2020  |  21:15 WIB
Seorang siwa tengah mengerjakan tugas sekolah dari rumah di Bandung. - Bisnis/Dea Andriyawan
Seorang siwa tengah mengerjakan tugas sekolah dari rumah di Bandung. - Bisnis/Dea Andriyawan

Bisnis.com, MAKASSAR - Sulsel masih menahan pembukaan sekolah untuk menghindari meluasnya infeksi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

Dinas Pendidikan setempat menyatakan salah satu alasannya karena mayoritas sekolah di wilayah tersebut belum memenuhi syarat penerapan protocol kesehatan yang ditetapkan pemerintah pusat.

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Hery Sumiharto mengatakan bahwa adapun syarat yang dimaksud di antaranya yakni ketersedian tempat cuci tangan di setiap kelas dan thermo gun (pengukur suhu tubuh).

"Selain itu, jumlah siswa harus dikurangi 50 persen dari jumlah siswanya," jelas Hery Jumat (25/9/2020).

Pemerintah Provinsi Sulsel telah mengeluarkan kebijakan bahwa pelaksanaan belajar dari rumah diperpanjang hingga 3 Oktober 2020, yang selanjutnya akan direvisi lagi untuk menentukan kebijakan berikutnya.

Hanya saja, kata Hery, Pemprov Sulsel memberi kelonggaran kepada pihak sekolah pada zona hijau terhadap kasus Covid-19 untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap muka.

"Semuanya kita kembalikan ke sekolah, tetapi hingga saat ini belum ada sekolah (SMA/SMK) yang mengajukan. Kita sudah memberi keleluasaan, bisa melakukan tatap muka untuk pembelajaran 3 jam saja sepekan," katanya.

Salah satu upaya yang dilakukan Disdik Sulsel agar pembelajaran berjalan yakni simulasi belajar di sekolah seperti yang dilakukan Kabupaten Pinrang. "Tetapi kami belum tahu hasilnya," ungkap Hery.

Sementara pada sekolah terpencil dengan akses keluar masuk wilayah yang minim, Pemprov Sulsel juga memberi kelonggaran jika betul-betul siap membuka sekolah tatap muka.

"Sebenarnya bisa (sekolah tatap muka) yang sekolah terpencil, kalau sudah siap. Pertanyaannya adakah seseorang yang bisa menjamin penyebaran virus tidak terjadi dari siswa atau keluarga siswa," kata dia.

"Sebab saat ini, roda perekonomian harus berputar, dan bisa saja warga tinggal di daerah terpencil tetapi keluarganya pernah melakukan perjalanan ke kota," sambung Hery.

Sehingga, kata Hary, Pemprov Sulsel sampai saat ini mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa dan orangtua di masa pandemik COVID-19. Pelaksanaan belajar secara daring diakui tidak akan mencapai target, utamanya pada capaian pendidikan, namun bukan berarti tidak menuju ke capaian tersebut.

Menurutnya, pandemik COVID-19 memberikan banyak hikmah pada dunia pendidikan, khususnya pada penggunaan teknologi bagi para guru.

"Kita banyak belajarar dari COVID-19, seperti guru yang sebelumnya tidak bisa sama sekali online kini sudah bisa," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulsel

Sumber : Antara

Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top