Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hasil Panen Petani Kentang Bolaang Mongondow Meningkat 50 Persen, Ini Tipsnya

Meski harga pupuk NPK Pelangi lebih tinggi dari pupuk bersubsidi, namun untuk pemakaian jauh lebih hemat dengan hasil lebih maksimal.
Sitti Hamdana R
Sitti Hamdana R - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  09:42 WIB
Petani Bolaang Mongondow menggunakan pupuk NPK Pelangi - Istimewa
Petani Bolaang Mongondow menggunakan pupuk NPK Pelangi - Istimewa

Bisnis.com, MAKASSAR - Produk Pupuk Kaltim mampu meningkatkan produksi tanaman hingga berkali lipat. Salah satu petani asal Kabupaten Bolaang Mongondow Sulawesi Utara, merasakan manfaat penggunaan pupuk NPK Pelangi dan pupuk hayati Ecofert.

Serfin merupakan petani kentang yang mulai rutin menggunakan NPK Pelangi pada awal musim tanam tahun ini. Dia mengombinasikan pupuk NPK Pelangi dan pupuk hayati Ecofert yang diterapkan pada masa sebelum tanam.

“Sebelum pakai NPK Pelangi dan Ecofert ini, hasil panen hanya berkisar 150 karung per hektare. Setelah menggunakan NPK Pelangi dan Ecofert, panennya bisa mencapai sekitar 200 karung, bahkan bisa mencapai 300 karung per hektare atau hampir meningkat 50 persen,” katanya dalam rilis yang diterima Bisnis, Selasa (28/7/2020).

Ecofert biasanya digunakan petani sebelum memulai tanam pada lahan yang telah digemburkan atau proses olah tanah. Sementara itu, NPK Pelangi digunakan saat periode tanam sehingga mempengaruhi produktivitas. Kedua pupuk tersebut adalah produksi dari Pupuk Kaltim yang dikhususkan untuk tanaman pertanian atau holtikultura agar lebih meningkatkan hasil panen petani.

“Untuk sekarang, saya punya lahan 10 hektare untuk tanaman kentang. Dalam setahun, biasanya 3 kali panen dan sangat banyak pengaruhnya setelah pakai NPK Pelangi dan Ecofert,” tuturnya.

Assistant Account Executive (AAE) Pupuk Kaltim wilayah Bolaang Mongondow, Kevin Andre Sepang, mengatakan bahwa penggunaan pupuk NPK Pelangi pada komoditas kentang ini sekaligus menepis keraguan petani dalam menggunakan produk non subsidi dari Pupuk Kaltim tersebut. Meski harga lebih tinggi dari pupuk bersubsidi, namun untuk pemakaian jauh lebih hemat dengan hasil lebih maksimal.

“Petani sudah membuktikan langsung keunggulan NPK Pelangi dan hasil panen meningkat dari biasanya,” jelasnya.

Serfin juga menerima hadiah sebagai juara 1 lomba foto petani yang diselenggarakan oleh Pupuk Kaltim. Kevin berharap ajang lomba ini dapat memacu semangat petani untuk meningkatkan produktivitas lahan dan tanamannya. "Ini juga bentuk apresiasi kami kepada petani yang menggunakan pupuk NPK Pelangi yang ada di Sulawesi," papar dia.

Selain Serfin, pemenang lain yang ada di wilayah Sulawesi adalah Mordekhay Pitoy yang ada di Kota Tomohon sebagai juara 2. Sebagai juara pertama, Serfin mendapatkan hadiah uang senilai 5 juta rupiah, sementara juara dua mendapat 2 juta rupiah. Adapun 4 pemenang lain berasal dari Kota Tomohon, Kepulauan Sangihe, dan dari Kota Bitung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pupuk kaltim
Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top