Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Restrukturisasi Kredit Akibat Covid-19 di Sulut Rp5,2 Triliun

Pemberian restrukturisasi bukan menghapuskan kewajiban atau bebas bayar.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  12:51 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bisnis.com, MANADO - Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Utara Gorontalo Maluku Utara (Sulutgomalut) Slamet Wibowo mengatakan restrukturisasi kredit yang dilakukan perbankan akibat pandemi virus corona (Covid-19) mencapai Rp5,2 triliun.

"Total kredit yang mendapatkan restrukturisasi oleh perbankan di Sulut hingga Juni 2020 mencapai Rp5,2 triliun," kata Slamet di Manado, Kamis (16/7/2020).

Dia mengatakan total NoA (Number of Account) debitur yang terdampak mencapai 43 ribuan rekening.

Slamet mengatakan, jumlah rekening debitur yang sudah mendapatkan 'keringanan' sebanyak 42.000 akun. Jumlah itu sekitar 97 persen dari total NoA terdampak pandemi Covid-19.

Ia menegaskan, pemberian restrukturisasi bukan menghapuskan kewajiban atau bebas bayar.

"Ini yang perlu ditegaskan, restrukturisasi diberikan untuk meringankan debitur yang terdampak Covid-19, bukan sama sekali tidak membayar," ujarnya.

Adapun jenis keringanan yang diberikan beragam. Mulai dari penundaan pembayaran pokok, perpanjangan jangka waktu (tenor) kredit, pengurangan bunga, pembebasan bunga dan lain-lain.

"Jenis keringanan yang diberikan berbeda-beda tergantung masing-masing bank yang melakukan survei di lapangan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK sulut

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top