Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gaya Hidup Masyarakat Sulsel Dinilai Picu Peningkatan Kasus Covid-19

Masyarakat ini lebih mementingkan lifestyle. Padahal kuncinya adalah kesadaran agar bagaimana kita bisa terhindar agar tidak tertular virus ini.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  18:41 WIB
Petugas gabungan menyemprotkan cairan disinfektan di area publik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (20/6/2020). Pemerintah Kota Makassar mengerahkan sebanyak tiga ribu personel gabungan untuk melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara massal di sejumlah area publik dalam rangka peningkatan upaya pencegahan penyebaran virus Corona baru (COVID-19) di daerah itu. - Antara/Arnas Padda
Petugas gabungan menyemprotkan cairan disinfektan di area publik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (20/6/2020). Pemerintah Kota Makassar mengerahkan sebanyak tiga ribu personel gabungan untuk melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara massal di sejumlah area publik dalam rangka peningkatan upaya pencegahan penyebaran virus Corona baru (COVID-19) di daerah itu. - Antara/Arnas Padda

Bisnis.com, MAKASSAR - Tim Pakar Medis Penanganan Covid-19 Sulsel Prof Syafri Kamsul Arif menyatakan peningkatan kasus Covid-19 di Sulsel diakibatkan oleh gaya hidup masyarakat setempat.

Syafri menyebut, dalam menghadapi masa pandemi ini, masyarakat Sulsel khususnya Makassar memiliki karakter yang cukup unik. Sebagai contoh, dengan masih banyaknya masyarakat yang abai terhadap penerapan protokol kesehatan. Misalnya saja menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Minimnya kesadaran itu, dinilai bisa menjadi pemicu mudahnya penularan virus Corona terjadi antar satu orang ke orang lainnya.

"Masyarakat ini lebih mementingkan lifestyle. Padahal kuncinya adalah kesadaran agar bagaimana kita bisa terhindar agar tidak tertular virus ini," ungkap Syafri dalam video konferensi pada Selasa (23/6/2020).

Diketahui, akumulasi jumlah kasus di Sulsel saat ini mencapai 4.063 kasus. Memasuki pertengahan Mei, secara konsisten penambahan kasus harian di Sulsel berada di atas 100. Per hari ini, penambahan kasus harian Sulsel bahkan mencapai 154 kasus baru. Sulsel menjadi satu-satunya daerah di luar Pulau Jawa dengan kasus Covid-19 tertinggi setelah DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Sebelumnya, mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyampaikan bahwa upaya penanganan Covid-19 di Sulsel sudah cukup baik. Hanya saja memiliki kelemahan pada langkah pencegahan yang sangat minim. Dibutuhkan langkah cepat bahkan empat kali lipat untuk menekan laju kasus Covid-19 di Sulsel.

Di sisi lain, peningkatan kasus di Sulsel terjadi juga karena masifnya dilakukan testing dan tracing. Pencegahan sebenarnya juga harus mendapat porsi yang lebih besar. Misalnya dengan aktif melakukan edukasi dan menegaskan tiga pokok utama protokol kesehatan.

"Harus lebih gencar mengedukasi masyarakat unutuk menggunakan masker, jaga jarak dan jaga kebersihan dengan rajin cuci tangan. Covid-19 ini bukan hanya persoalan kesehatan sebenarnya, tapi juga persolan sosial dan ekonomi," terang Prof Syafri.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sulsel juga mulai menggalakkan program Trisula, yang mengintegrasikan tracking, testing dan edukasi sebagai langkah pencegahan. Khususnya di wilayah yang kini menjadi episentrum penyebaran Covid-19, seperti Kota Makassar dengan jumlah kasus 2.367 dan Kabupaten Luwu Timur dengan jumlah kasus 451. (k36)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar sulsel
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top