Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sulsel Bisa Memasuki Tatanan Normal Baru Bila Ini Terpenuhi

Kita mendorong masyarakat disiplin melakukan protokol kesehatan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 Juni 2020  |  11:16 WIB
Seorang pengendara sepeda melintas di area Pantai Losari Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/5/2020). Pemerintah Kota Makassar menyatakan belum bisa menerapkan kebijakan Normal Baru akibat tingginya angka reproduksi atau reproduction number (RO) virus Corona di daerah itu yang berada di kisaran 1,9 sementara indikator RO yang ditetapkan pemerintah pusat yaitu di bawah angka satu. - Antara/Arnas Padda
Seorang pengendara sepeda melintas di area Pantai Losari Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/5/2020). Pemerintah Kota Makassar menyatakan belum bisa menerapkan kebijakan Normal Baru akibat tingginya angka reproduksi atau reproduction number (RO) virus Corona di daerah itu yang berada di kisaran 1,9 sementara indikator RO yang ditetapkan pemerintah pusat yaitu di bawah angka satu. - Antara/Arnas Padda

Bisnis.com, MAKASSAR - Provinsi Sulawesi Selatan menjadi salah satu wilayah di Indonesia yang belum memenuhi syarat pemberlakuan tatanan normal baru karena angka kasus Covid-19 masih fluktuatif.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel dr Ichsan Mustari di Makassar, Rabu (3/6/2020), mengemukakan tatanan normal baru akan mulai diberlakukan saat angka reproduksi efektif (Rt) Covid-19 di Sulsel di bawah satu kasus.

"Kita menunggu Rt ini di angka 0 selama 12 hari, yang penting kita mendorong masyarakat disiplin melakukan protokol kesehatan," ujarnya.

Ia mengatakan normal baru akan dimulai saat nilai efektivitas itu di bawah 1 dengan mengoptimalkan penanganan terhadap OTG (Orang Tanpa Gejala) dan ODP (Orang Dalam Pemantauan).

Saat ini, kata dia, terjadi penambahan Rt Covid-19 di Kabupaten Bulukumba dan angka kasus pada hampir semua kategori, yakni PDP, ODP, hingga positif corona masih fluktuatif.

Ichsan yang juga Kepala Dinas Kesehatan Sulsel itu, menjelaskan Rt dan Ro variabel menilai seberapa besar penyebaran Covid-19.

Rt dan Ro, katanya, merupakan instrumen epidemiologi untuk menilai penyebaran Covid-19 sebagai tahapan untuk mengambil kebijakan pelonggaran secara bertahap hingga ke arah normal baru.

Ia menguraikan Ro nilai persebaran Covid-19 sebelum melakukan intervensi, sedangkan Rt nilai persebaran setelah intervensi seperti di Sulawesi Selatan menginisiasi Program Duta Covid-19 dan tes cepat.

"Kalau ada satu pasien dia tidak menyebarkan, artinya alhamdulillah pasien ini tidak lebih dari dua. Maka penambahan itu tentu juga angkanya mendatar," ujarnya.

Dia mengatakan jika berharap kasus Covid-19 menjadi nol hal yang tidak mungkin sebelum diperoleh antivirus corona.

Namun, ia optimististis upaya mengurangi penyebaran Covid-19 bisa dilakukan tatkala secara disiplin masyarakat terus mengutamakan protokol kesehatan.

"Yang lain kita akan liat, termasuk efek dari Lebaran, apakah memengaruhi nilai Rt ini di bawah 1 sehingga kita bisa memulai pelonggaran (aturan, red.) secara bertahap," katanya.

Berdasarkan situs resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel, hingga Rabu, angka positif yang masih dirawat di rumah sakit 439 orang, sedangkan orang positif Covid-19 yang mengikuti isolasi mandiri 472 orang.

Jumlah positif Covid-19 yang meninggal dunia 79 orang, sedangkan angka sembuh 638 orang, sehingga total kasus positif 1.628 orang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar sulsel

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top