Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Angka RO-nya Masih 1,3 Kota Makassar tak Masuk Daftar New Normal

Kota Makassar tak masuk kota yang memenuhi kriteria penerapan New Normal yang dilontarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), karena angka reproduksi kasus Covid-19 masih 1,3.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 29 Mei 2020  |  15:46 WIB
Salah satru jalan di Makassar ditutup untuk mencegah penyebaran corona./Antara - Arnas Padda
Salah satru jalan di Makassar ditutup untuk mencegah penyebaran corona./Antara - Arnas Padda

Bisnis.com, MAKASSAR - Kota Makassar tak masuk kota yang memenuhi kriteria penerapan New Normal yang dilontarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), karena angka reproduksi kasus Covid-19 masih 1,3.

Pemerintah pusat sebelumnya telah menyebutkan sejumlah daerah yang dinilai memiliki kriteria untuk menerapkan new normal atau tatanan hidup baru di tengah pandemi Covid-19. Terdapat empat provinsi dan 25 kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang disebut siap memasuki era new normal.

Sayangnya dari yang disebutkan Presiden Joko Widodo, Makassar maupun Sulawesi Selatan tidak termasuk dalam daftar tersebut. Bagaimana tidak, kasus pasien Covid-19 di Makassar belum juga menunjukkan perlambatan. Alih-alih melandai, jumlah kasus justru terus meningkat signifikan.

Hal itu menunjukkan jumlah reproduction number (RO) atau angka reproduksi dalam pandemi virus corona di Makassar masih berada pada angka 1,3. Penjabat Wali Kota Makassar Yusran Jusuf mengakui bahwa wilayah yanh dipimpinnya memang belum siap untuk menerapkan era new normal.

"Berdasarkan hasil evaluasi pemerintah pusat, Makassar memang belum memenuhi syarat. Dari hasil evaluasi pusat Ro Makassar masih 1,3. Jadi, secara formal kita belum bisa langsung menerapkan new normal," ungkap Yusran, Jumat (29/5/2020).

Diketahui, RO atau Reproduction Number merupakan salah satu indikator new normal di tengah pandemi Covid-19. Ini adalah angka yang menunjukkan daya tular Covid-19 dari satu kasus positif. RO di bawah 1 bisa diartikan bahwa tingkat penularan virus cukup rendah. Namun jika RO di atas 1, maka itu artinya tingkat penularan masih tergolong tinggi.

Olehnya itu menurut Yusran, Pemerintah Kota Makassar akan terus berupaya untuk mempercepat penurunan RO. Yang mana dalan hal ini pihaknya akan melakukan gerakan monitoring secara masif untuk penerapan protokol kesehatan di kalangan masyarakat. Melalui Gugus Tugas Covid-19 Makassar, akan dilakukan monitoring di seluruh wilayah Makassar mulai pukul 09.00 Wita.

"Kita akan lakukan edukasi sekaligus juga melakukan teguran langsung di lapangan ketika ada yang tidak menerapkan protokol kesehatan," terang Yusran.

Secara umum Makassar dinilai masih menjadi episentrum penyebaran Covid-19 dengan total jumlah pasien positif hingga 28 Mei 2020 mencapai 814 orang, dengan jumlah ODP sebanyak 1.308 dan jumlah PDP sebanyak 778 orang. Sementara 375 orang dinyatakan sembuh dan 57 dinyatakan telah meninggal dunia.

Sementara untuk Sulawesi Selatan, jumlah kasus pasien positif Covid-19 mencapai 1.427 orang. Dengan jumlah kasus sembuh 532 orang dan 72 dinyatakan telah meninggal dunia. Hal ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, terkhusus dari Presiden Joko Widodo.

"Intinya, dari arahan presiden kita diminta memperketat penerapan protokol kesehatan dan itu akan dilakukan secara massif. Jadi, sekali lagi kita ingin mengingatkan masyarakat juga melakukan edukasi secara massal supaya protokol kesehatan ini terus bisa diterapkan sehingga kita bisa menurunkan RO karena kita di bawah satu," ungkap Yusran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar covid-19 New Normal
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top