Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kota Manado Alami Deflasi 4 Bulan Berturut-turut Sejak Awal 2020

Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) tercatat mengalami deflasi selama 4 bulan berturut-turut sejak awal tahun ini.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 04 Mei 2020  |  15:22 WIB
Kelompok pengeluaran transportasi menjadi salah satu pemicu tertinggi Kota Manado, Sulawesi Utara mengalami deflasi pada April 2020.
Kelompok pengeluaran transportasi menjadi salah satu pemicu tertinggi Kota Manado, Sulawesi Utara mengalami deflasi pada April 2020.

Bisnis.com, MANADO -- Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) tercatat mengalami deflasi selama 4 bulan berturut-turut sejak awal tahun ini.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Ateng Hartono menyebutkan bahwa Kota Manado kembali mengalami deflasi 0,21 persen sepanjang April 2020.

"Kalau kita cermati mulai Januari sampai dengan April 2020 di Kota Manado, seluruh bulannya mengalami deflasi month-to-month-nya. Ini dalam sejarah. Pada tahun lalu saja hanya 3 bulan mengalami deflasi," ujar Ateng, Senin (4/5/2020).

Secara perhitungan tahun kalender Kota Manado juga mengalami deflasi sebesar 1,24 persen. Sementara itu, secara year-on-year, Manado mengalami inflasi sebesar 2,68 persen.

Ateng menuturkan bahwa deflasi pada April 2020 terutama disebabkan oleh kelompok pengeluaran transportasi yang mengalami deflasi cukup tinggi, yaitu 3,26 persen, dengan andil terhadap deflasi sebesar 0,39 persen.

Penurunan indeks harga konsumen terjadi pada sub kelompok jasa angkutan penumpang sebesar 8,38 persen. Sub kelompok pengoperasian peralatan transportasi pribadi, sub kelompok pembelian kendaraan, dan sub kelompok jasa pengiriman barang tidak mengalami perubahan.

Deflasi pada sektor transportasi ini terutama didorong oleh deflasi pada angkutan udara, yakni 0,39 persen.

Sumbangan deflasi selanjutnya berasal dari kelompok pengeluaran informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang mengalami deflasi sebesar 1,12 persen dengan andil sebesar 0,14 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi terbesar adalah biaya pulsa ponsel sebesar 0,057 persen.

Meski demikian, kata Ateng, terdapat tiga kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi, antara lain kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,52 persen; makanan, minuman, dan tembakau 0,47 persen; dan kesehatan sebesar 0,06 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi terbesar adalah beras sebesar 0,19 persen.

"Mungkin pada April sudah memasuki work from home, kemudian beras ini merupakan satu kebutuhan yang vital. Jadi masyarakat sudah mulai berbelanja beras sehingga ini menyebabkan inflasi pada beras," kata Ateng.

Sebaliknya, Kota Kotamobagu mengalami inflasi 0,51 persen pada April 2020, sementara secara tahun kalender mengalami inflasi 1,89 persen.

"Di Kotamobagu justru transportasi mengalami inflasi meski relatif kecil, yakni 0,04 persen. Pada April di Kotamobagu hanya satu komoditi yang mengalami deflasi, yakni kelompok pakaian dan alas kaki 0,01 persen," kata Ateng.

Adapun inflasi di Kota Manado merupakan yang paling rendah dibandingkan 12 kota lainnya di Pulau Sulawesi dan berada di urutan ke-65 secara nasional. Sedangkan Kotamobagu menempati urutan ke-3 inflasi tertinggi di Pulau Sulawesi dan urutan ke-5 secara nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manado deflasi
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top