Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sulsel Gelontorkan Rp16 Miliar Penuhi Kebutuhan Pangan Warga Terdampak Covid-19 di Zona Merah

Untuk menjamin kebutuhan pangan warga terdampak Covid-19 itu, Dinsos mengalokasikan anggaran sebesar Rp16 miliar.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 10 April 2020  |  18:11 WIB
Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar M Iqbal Suhaeb (kiri) menyerahkan bantuan bahan pokok kepada warga di Kelurahan Pattingalloang, Kecamatan Ujungtanah, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (8/4/2020). - Antara - Humas Pemkot Makassar
Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar M Iqbal Suhaeb (kiri) menyerahkan bantuan bahan pokok kepada warga di Kelurahan Pattingalloang, Kecamatan Ujungtanah, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (8/4/2020). - Antara - Humas Pemkot Makassar

Bisnis.com, MAKASSAR - Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dinas Sosial mulai memetakan pola penyaluran kebutuhan pangan warga terdampak virus Corona atau Covid-19.

Bantuan akan diprioritaskan bagi warga yang bermukim di zona merah dengan adanya kasus orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) hingga pasien positif.

Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Dinsos Sulsel, Kasmin mengatakan warga miskin diharapkan tidak lagi khawatir terkait persoalan pangan karena harus mengikuti imbauan untuk tetap berada di rumah.

"Hal yang perlu kita lakukan apabila menginginkan warga di Sulsel ini mengurangi aktivitas keseharian adalah persoalan kehidupan, memenuhi kebutuhan pangan," kata Kasmin saat video konferensi, Kamis (9/4/2020) malam.

Untuk menjamin kebutuhan pangan warga itu, Dinsos mengalokasikan anggaran sebesar Rp16 miliar. Anggaran ini akan diprioritaskan untuk 11 kabupaten/kota di Sulsel yang termasuk dalam zona merah. Di antaranya Kota Makassar, Kabupaten Luwu Timur, Gowa, Enrekang, Bulukumba, Maros, Sidrap, Pangkep, Luwu, Takalar dan Pinrang.

Menurut basis data terpadu (BDT) Dinsos, tercatat ada 921.349 rumah tangga yang termasuk kategori miskin. Namun 427.512 di antaranya bisa dibantu melalui bantuan program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT). Dengan demikian masih tersisa sebanyak 493.837 rumah tangga.

"Setelah anggaran dihitung, maka akan ada 120.000 anggota rumah tangga yang akan mendapatkan bantuan pangan melalui bantuan anggaran dari Pemprov Sulsel yang dialokasikan pada masa pandemi ini," jelas Kasmin.

Dinsos Sulsel mencoba memformulasi bantuan pangan yang diberikan yakni 10 item logistik dan 6 item peralatan kesehatan. Dengan rincian bantuan logistik berupa beras, minyak goreng, tepung terigu, telur, kopi, gula pasir, teh, mie instan, dan ikan sarden. Sementara untuk kebutuhan kesehatan yakni cai dan disinfektan dan alat penyemprot, hand sanitizer, dan masker.

Selain untuk warga, kata Kasmin, Dinsos Sulsel juga menyediakan alat pelindung diri (APD) dan sarung tangan untuk tim relawan yang bertugas menyalurkan bantuan. Yang mana bantuan akan disalurkan melalui door to door, agar warga penerima bantuan tidak berkumpul di satu tempat.

"Mekanisme pengantarannya akan diupayakan tidak terjadi kontak langsung antara pengantar bantuan dengan si penerima bantuan. Karena itu, kami memohon agar semua komponen terkait bisa secepatnya melakukan update data terkait daerah zona merah karena itu merupakan sasaran utama penerima bantuan," ungkapnya. (k36)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona
Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top