Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kunjungan Wisman di Sulut Anjlok 92,58 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara (Sulut) mencatat jumlah wisman yang datang ke Sulut melalui pintu masuk Bandara Sam Ratulangi pada Februari 2020 hanya sebanyak 929 orang. Jumlah ini turun 92,58 persen dibandingkan dengan Januari 2020 yang mencapai 12.516 orang.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 02 April 2020  |  16:10 WIB
Para pelancong asal China menunggu kemunculan lumba-lumba dalam perjalanan menuju Pulau Gangga, Sulawesi Utara, Kamis (31/1/2020). - Bisnis/M. Nurhadi Pratomo
Para pelancong asal China menunggu kemunculan lumba-lumba dalam perjalanan menuju Pulau Gangga, Sulawesi Utara, Kamis (31/1/2020). - Bisnis/M. Nurhadi Pratomo

Bisnis.com, MANADO--Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Sulawesi Utara merosot 92,58 persen di tengah wabah virus corona atau COVID-19.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara (Sulut) mencatat jumlah wisman yang datang ke Sulut melalui pintu masuk Bandara Sam Ratulangi pada Februari 2020 hanya sebanyak 929 orang. Jumlah ini turun 92,58 persen dibandingkan dengan Januari 2020 yang mencapai 12.516 orang.

"Jika dibandingkan dengan bulan Februari 2019 kunjungan wisman ke Sulawesi Utara menurun sebesar 91,78 persen," ujar Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulut Marthedy M. Tenggehi melalui Berita Resmi Statistik, dikutip Kamis (2/4/2020).

Marthedy mengatakan jumlah wisman Sulut hingga Februari 2020 secara kumulatif mencapai 13.445 orang. Angka ini menurun dibandingkan dengan jumlah wisman secara kumulatif pada Februari 2019, yaitu 22.166 orang.

Adapun wisman yang datang didominasi oleh warga Jerman sebanyak 162 orang atau 17,44 persen dari total wisman yang berkunjung ke Sulawesi Utara.

Sisanya berasal dari Amerika sebanyak 69 orang (7,43 persen), Philipina 64 orang (6,89 persen), Inggris 55 orang (5,92 persen), Singapura 49 orang (5,27 persen), Belanda 49 orang (5,27 persen), Australia 49 orang (5,27 persen), Perancis 46 orang (4,95 persen), Jepang 42 orang (4,52 persen), dan Tiongkok 28 orang (3,01 persen).

Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Utara Henry Kaitjily mengatakan bahwa wabah COVID-19 yang melanda hampir seluruh dunia secara otomatis membuat seluruh daerah merevisi target kunjungan wismannya. Namun, pihaknya belum bisa memproyeksikan seberapa jauh penurunan wisman tahun ini akibat kondisi pandemi ini.

"Seluruh dunia kunjungan wisata jelas menurun dalam kondisi upnormal ini. COVID-19 ini unpredictable sampai kapan jadi tidak bisa dibikin proyeksi. Saat ini, fokus semua energi ke penanganan COVID-19," katanya ketika dihubungi Bisnis, Kamis (2/4/2020)

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sulut menargetkan dapat menarik wisman sebanyak 200.000 orang pada tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulut Virus Corona
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top