Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dukungan Pelaku Industri Hotel dan Restoran Sulsel Lawan Covid-19

Pelaku industri yang tergabung sama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel turut melakukan aksi solidaritas melawan Covid-19.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  21:05 WIB
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel menyalurkan bantuan makanan untuk para tim medis dan relawan yang bertugas menangani pasien Covid/19.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel menyalurkan bantuan makanan untuk para tim medis dan relawan yang bertugas menangani pasien Covid/19.

Bisnis.com, MAKASSAR - Perhotelan dan restoran menjadi industri yang paling merasakan dampak dari pandemi virus Corona atau Covid-19. Namun, hal itu tak membuat kedua industri tersebut tinggal diam. Pelaku industri yang tergabung sama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel turut melakukan aksi solidaritas melawan Covid-19.

Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga mengatakan aksi yang dilakukan yakni memberi asupan gizi bagi para tim medis yang bertugas menangani pasien Covid-19. Tak hanya pada tim medis, PHRI Sulsel juba memberikan bantuan makanan kepada para relawan.

"Ini merupakan bentuk sederhana dukungan dari teman-industri hotel dan restoran kepada para tenaga medis dan relawan. Meski industri hotel dan restoran sedang mengalami krisis, setidaknya kami juga berupaya untuk terlibat dalam upaya melawan pandemi Covid-19," jelas Anggiat, Senin (30/3/2020).

Rencananya, penyaluran tersebut akan dilakukan selama satu minggu ke depan. Untuk tahap awal, bantuan makanan akan mulai disalurkan di RSUP Wahidin Sudirohusodo. Setelahnya, secara serentak bantuan juga mulai disalurkan oleh BPC PHRI Gowa, Toraja Utara dan cabang lainya untuk melakukan hal yang serupa.

"Semoga dengan bantuan kecil ini bisa membantu teman-teman tim medis dan relawan dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini. Semoga cepat berlalu," ungkap Anggiat.

Anggiat menjelaskan, industri perhotelan paling terpukul dengan merebaknya pandemi Covid-19. Apalagi di Sulsel, dari data update pada 17.05 Wita, angka pasien positif Covid-19 berjumlah 50 orang. Sementara itu jumlah orang dalam pemantauan (ODP) 620 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 105 orang.

Industri perhotelaan dan restoran lanjut Anggiat saat ini berada di titik terendah. Yang mana seluruh kegiatan meeting, incentive, convention, dan exhibition atau MICE mengalami penundaan, bahkan pembatalan. Hal itu, secara otomatis membuat industri hotel dan restoran terpuruk.

"Di tengah hebatnya krisis yang diakibatkan wabah Covid-19 ini PHRI & IHGMA Sulsel tetap mengutamakan misi kemanusiaan terhadap para pejuang di garda terdepan yang terus menjadi sorotan karena kekurangan APD, kurang istirahat dan berbagai macam risiko yang mereka alami," terang Anggiat.

Adapun manejemen hotel yang ikut terlibat di antaranya, Hotel Claro Makassar, Hotel Dalton, The Rinra Hotel, Almadera, Arthama, Hotel Denpasar, Foxlite Royal Bay Makassar, Aston Makassar, Hotel Pesonna, Hotel Harper, Anging Mammiri, Hotel Jolone, Grand Palace Hotel, Aerotel Smile, Whiz Prime Sudirman, Myko Hotel, Expressia Hotel, dan Four Points by Sheraton. Sementara manajemen restoran yang ikut terlibat yakni Ayam Goreng Fatmawati, Restoran Dinasti, dan Rumah Makan Wong Solo. (k36)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulsel Virus Corona
Editor : Amri Nur Rahmat
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top