Ekonomi Tumbuh 5,6 Persen di Sulut, Ini Usaha Pertumbuhan Tertinggi

Ekonomi Sulawesi Utara tercatat mengalami pertumbuhan 5,66 persen pada 2019 dengan didorong seluruh lapangan usaha.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  13:08 WIB
Ekonomi Tumbuh 5,6 Persen di Sulut, Ini Usaha Pertumbuhan Tertinggi
Para pelancong asal China menunggu kemunculan lumba-lumba dalam perjalanan menuju Pulau Gangga, Sulawesi Utara, Kamis (31/1/2020). - Bisnis/M. Nurhadi Pratomo

Bisnis.com, MANADO — Ekonomi Sulawesi Utara tercatat mengalami pertumbuhan 5,66 persen pada 2019 dengan didorong seluruh lapangan usaha.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Ateng Hartono mengungkapkan dari sisi produksi pertumbuhan ekonomi Bumi Nyiur Melambai periode 2019 didorong oleh hampir seluruh lapangan usaha. Adapun, lapangan usaha jasa lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,75 persen.

Ateng menjelaskan bahwa lapangan usaha jasa lainnya tumbuh tinggi didukung oleh peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada 2019 dibandingkan dengan 2018. Selain itu, rangkaian agenda Pemilihan Umum 2019 juga mendorong laju lapangan usaha jasa lainnya.

“Jasa hiburan juga tumbuh tinggi karena sejumlah agenda-agenda baik berskala nasional maupun internasional,” jelasnya di Kota Manado, Rabu (5/2/2020).

Selain jasa lainnya, dia menyebut lapangan usaha yang tumbuh tinggi yakni jasa pendidikan sebesar 11,94 persen. Kondisi itu menurutnya didorong agenda berskala nasional di bidang pendidikan dan diikuti peserta dari seluruh Indonesia pada tahun lalu.

“Pertumbuhan lapangan usaha jasa pendidikan juga didorong peningkatan jumlah peserta didik di lembaga pendidikan swasta,” tuturnya.

Selanjutnya, Ateng menyebut lapangan usaha pengadaan listrik, gas, dan produksi es juga mengalami pertumbuhan cukup tinggi sebesar 9,18 persen. BPS Provinsi Sulut mencatat realisasi itu didorong oleh realisasi distribusi listrik yang naik 5,95 persen.

Dari komponen pengeluaran, BPS Provinsi Sulut pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pengeluaran konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga. Pasalnya, komponen itu tercatat tumbuh 7,81 persen pada 2019.

Sementara itu, komponen pengeluaran pembentukan modal tetap domestik bruto (PMTB) juga tumbuh tinggi pada 2019 sebesar 6,88 persen. BPS Provinsi Sulut memproyeksikan PMTB dapat menjadi penggerakan pertumbuhan ekonomi Bumi Nyiur Melambai ke depan.

“Yang mendorong pertumbuhan PMTB terutama dari PMTB swasta,” imbuh Ateng.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pertumbuhan Ekonomi, sulut

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top