Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

China Larang Warga Bepergian, MM Group Tunda Operasional di Sulut

Operator perjalanan wisata, MM Group, menunda seluruh kegiatan operasional kedatangan wisatawan mancanegara asal China sejalan adanya larangan yang dikeluarkan oleh otoritas Negeri Panda untuk warganya berpergian ke luar negeri.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 28 Januari 2020  |  20:38 WIB
Sejumlah wisatawan dari China tiba di Bandara Sam Ratulangi - Antara/Adwit B. Pramono
Sejumlah wisatawan dari China tiba di Bandara Sam Ratulangi - Antara/Adwit B. Pramono

Bisnis.com, MANADO— Operator perjalanan wisata, MM Group, menunda seluruh kegiatan operasional kedatangan wisatawan mancanegara asal China sejalan adanya larangan yang dikeluarkan oleh otoritas Negeri Panda untuk warganya berpergian ke luar negeri.

Leonard Parrangan, General Manager MM Group menjelaskan bahwa Pemerintah China telah mengeluarkan larangan bagi warganya untuk berpergian sejalan dengan adanya penyebaran virus corona.

Setelah melakukan koordinasi dengan maskapai dan Pemerintah Provinsi (Pemprov), perseroan memutuskan untuk menunda semua kegiatan operasional kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) asal China.

“Kami menyatakan kami menunda, tidak memberhentikan, tidak tutup. Kami menunda semua kegiatan operasional hingga ada pernyataan kembali dari Pemerintah China yang mengizinkan warganya untuk berpergian,” jelasnya di Kota Manado, Sulawesi Utara, Selasa (28/1/2020) malam.

Leonard mengungkapkan penundaan operasional dilakukan sampai waktu yang belum ditentukan. Kegiatan mendatangkan wisman asal Negeri Panda akan bergantung izin yang diberikan oleh otoritas setempat.

“Kami MM Group dengan komitmen mendukung pariwisata Sulawesi Utara tetap ada di Manado. Kami tetap bekerja internal sambil menunggu kembali pernyataan resmi Pemerintah China,” paparnya.

Dia menjelaskan bahwa turis China yang datang ke Manado saat ini sudah tidak bertambah. Artinya, keberadaan sejumlah wisman asal Negeri Panda di Bumi Nyiur Melambai tinggal menunggu kepulangan.

“Turis China yang ada sekarang ini tinggal akan pulang akhir Januari 2020 atau awal Februari 2020. Jadi, mereka yang ada di sini sehat karena sudah diperiksa oleh bandara,” tuturnya.

Leonard mengungkapkan jumlah wisman asal China yang dibawa MM Group terus mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir.

Tercatat, jumlah turis Negeri Panda yang diboyong ke Sulut oleh perseroan naik dari sekitar 40.000 orang pada 2016 menjadi sekitar 91.000 orang per akhir 2019.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulut virus corona
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top