Sulsel Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Jelang Akhir Tahun

Menjelang akhir tahun Pemerintah Provinsi Sulsel mulai melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk menghindari terjadinya lonjakan harga pangan. Di mana lonjakan tersebut bisa memicu terjadinya inflasi.
Andini Ristyaningrum
Andini Ristyaningrum - Bisnis.com 15 November 2019  |  14:38 WIB
Sulsel Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Jelang Akhir Tahun
Suasana di pasar tradisional - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, MAKASSAR -- Menjelang akhir tahun Pemerintah Provinsi Sulsel mulai melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk menghindari terjadinya lonjakan harga pangan. Di mana lonjakan tersebut bisa memicu terjadinya inflasi. 

Karenanya, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengumpulkan seluruh kepala daerah dan seluruh Forkopimda dari 24 kabupaten/kota di Sulsel. Pemprov Sulsel menggelar High Level Meeting bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Pada pertemuan tersebut, Nurdin menekankan kepada seluruh stakeholders untuk melakukan penguatan strategi TPID dalam jangka panjang.

"Untuk menekan laju inflasi kita perlu melakukan strategi secara struktural. Pertama, melakukan penguatan produksi dan distribusi. Kedua, dengan penguatan riset dan aplikasi teknologi tepat guna. Ketiga, melalui pembiayaan dengan penguatan skim pembiayaan produksi pertanian," jelas Nurdin, Jumat (15/11/2019).

Yang menjadi permasalahan kata dia yakni ketimpangan yang seringkali terjadi di tingkat petani, misalnya saja persoalan harga di tingkat petani dan pedagang. Nurdin menyatakan, pimpinan daerah perlu melakukan sinergitas bersama masyarakat yang berada di hulu.

Persoalan lain yakni dari sisi komoditas. Yang mana di Sulsel terdapat 17 komoditas yang berpotensi menyebabkan inflasi. Terdapat empat 4 komoditas utama yang masuk kategori prioritas. Di antaranya beras yang memiliki persistensi yang cukup tinggi (0,54) dengan bobot inflasi 4,81%. 

Selain beras, juga perlu diperhatikan ikan bandeng, daging ayam ras, dan ikan cakalang adalah komoditas pangan yang perlu mendapatkan perhatian karena persistensi yang tinggi disertai bobot yang dominan diabndingkan komoditas lain. 

Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia wilayah Sulawesi Selatan Endang Kurnia Saputra menyebutkan, inflasi Sulsel sampai pada Oktober 2019 tercatat 3,36% (yoy), berada pada rentan sasaran target inflasi 3,5±1%.

Diproyeksi laju inflasi Sulsel pada akhir tahun mengalami kenaikan sesuai dengan polanya. 

"Kami mengapresiasi kinerja Pemprov Sulsel atas upaya untuk menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas perekonomian daerah. Beberapa langkah strategis juga sudah dilakukan misalnya membuka jalan di beberapa daerah terpencil sehingga memudahkan aktivitas perekonomian," terang Endang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sulsel, harga pangan

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top