BI Dorong Turis Asing Gunakan Sistem Pembayaran QRIS

Bank Indonesia berharap turis asing yang datang ke Indonesia khususnya, Sulawesi Utara, menggunakan sistem pembayaran quick response Indonesian standard atau QRIS.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 04 November 2019  |  17:06 WIB
BI Dorong Turis Asing Gunakan Sistem Pembayaran QRIS
Ilustrasi pembayaran menggunakan QR Code dengan ponsel pintar - Flickr

Bisnis.com, TONDANO— Bank Indonesia berharap turis asing yang datang ke Indonesia khususnya, Sulawesi Utara, menggunakan sistem pembayaran quick response Indonesian standard atau QRIS.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng menjelaskan bahwa QRIS juga dapat mendukung pengembangan pariwisata. Hal itu khususnya dalam sistem pembayaran.

“Nanti kami harapkan banyak turis asing menggunakan pembayaran tidak electronic data capture [EDC] lagi tetapi QRIS. Tinggal tempel saja karena standardnya sama jadi mempermudah,” jelasnya usai menghadiri Festival Edukasi Bank Indonesia 2019 di Tondano, Sulawesi Utara, Senin (4/11/2019).

Sugeng menambahkan sistem pembayaran QRIS juga menggunakan mata uang rupiah. Pasalnya, semua transaksi domestik harus menggunakan rupiah.

Dia menuturkan QRIS diluncurkan pada 17 Agustus 2019. Saat ini, para pihak terkait tengah dalam tahap transisi dan wajib mengimplementasikan sistem pembayaran tersebut pada 1 Januari 2020.

“Mereka [merchant-merchant] menyesuaikan masalah teknisnya,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara, wisman yang datang ke Sulawesi Utara (Sulut) melalui pintu masuk Bandar Udara (Bandara) Sam Ratulangi, Kota Manado, sebanyak 11.879 orang pada September 2019.

Realisasi itu turun 16,20% dibandingkan dengan 14.175 orang pada Agustus 2019.

Jumlah wisman Sulawesi Utara secara kumulatif sebanyak 99.191 orang pada Januari 2019—September 2019. Pencapaian itu naik tipis 0,01% dari 99.178 orang pada Januari 2018—September 2018.

Dari sisi kewarganegaraan, wisman yang datang ke Sulut masih didominasi asal China dengan 10.442 orang atau 87,90% pada September 2019.

Negara lainnya  selanjutnya ditempati oleh turis asal Jerman 300 orang atau 2,53%, Australia 203 orang atau 1,71%, Amerika 111 orang atau 0,93%, Belanda 106 orang atau 0,89%

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko menjelaskan bahwa Bank Indonesia akan fokus penerapan pembayaran QR code dengan skema merchant presented mode (MPM). Dalam konsep itu, pedagang atau merchant menampilkan QR code untuk dipindai saat melakukan transaksi.

Onny mengatakan Bank Indonesa mengeluarkan QRIS agar transaksi lebih efisien. Selain itu, data yanga dapat terekam dengan baik.

“Banyak QR code sekarang sehingga banyak uang idle,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia, sulut, QR code

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top