Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tomat & Bawang Jadi Penyumbang Deflasi Terbesar Sulut periode September 2019

Provinsi Sulawesi Utara, yang diwakili oleh Kota Manado, mengalami deflasi 1,03% pada September 2019 sejalan dengan penurunan indeks pada kelompok pengeluaran bahan makanan.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 01 Oktober 2019  |  14:37 WIB
Tomat - Antara
Tomat - Antara

Bisnis.com,MANADO— Provinsi Sulawesi Utara, yang diwakili oleh Kota Manado, mengalami deflasi 1,03 persen pada September 2019 sejalan dengan penurunan indeks pada kelompok pengeluaran bahan makanan.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (1/10/2019), Kota Manado mengalami deflasi 1,03% pada September 2019. Adapun, inflasi tahun kalender sebesar 0,90 persen dan inflasi year on year 3,63 persen.

Kepala Badan Pusat Satistik Provinsi Sulut Ateng Hartono mengatakan deflasi nasional sebesar 0,27 persen pada September 2019. Dengan demikian, deflasi yang terjadi di Kota Manado jauh berada di bawah nasional untuk periode tersebut.

Deflasi yang terbilang tinggi pada September 2019 di Kota Manado membuat inflasi tahun kalender wilayah itu berada di posisi 0,90 persen. 

“Sebagai bahan pertimbangan, inflasi nasional [tahun kalender] 2,20 persen jadi relatif secara pergerakan harga di Sulut yang diwakili Kota Manado lebih baik dibandingkan dengan nasional,” ujarnya di Manado, Selasa (1/10/2019).

Ateng membeberkan deflasi di Kota Manado disebabkan penurunan indeks pada kelompok pengeluaran bahan makanan pada September 2019. Tercatat, kelompok bahan makanan mengalami deflasi 4,27 persen.

Deflasi pada kelompok itu terutama disebabkan penurunan kelompok sayuran-sayuran sebesar 23,15 persen, ikan segar 3,35 persen, kelompok daging serta hasilnya 1,12 persen, dan kelompok lemak dan minyak 0,28 persen.

Secara detail, tiga komoditas yang memberikan sumbangan  deflasi terbesar pada September 2019 yakni tomat sayur 1,02 persen, bawang merah 0,11 persen, dan cakalang sisik 0,09 persen. 

Sebaliknya, tiga komoditas yang berkontribusi besar terhadap inflasi yakni cabai rawit 0,137 persen, lemon 0,039 persen, dan buncis 0,0228 persen.

Ateng mengungkapkan perbandingan month to month (mtm) terjadi deflasi tiap September di Kota Manado pada rentang 2017-2019. Namun, pihaknya mengingatkan inflasi yang biasanya terjadi sepanjang Oktober—Desember.

“Tetapi kalau dicermati pada Oktober, November, dan Desember, ini secara mtm untuk tahun lalu mengalami inflasi. Jadi, ini yang perlu untuk teman-teman TPID menindak,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi sulut
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top