Menengok Rencana Pengembangan KEK Tanjung Pulisan - Likupang

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Pulisan—Likupang telah direkomendasikan kepada Presiden untuk ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP). Lantas seperti apa rencana pengembangan kawasan ini?
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 18 Agustus 2019  |  17:45 WIB
Menengok Rencana Pengembangan KEK Tanjung Pulisan - Likupang
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) melakukan kunjungan ke Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Pulisan, Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Kamis (4/7/2019). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, MANADO – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Pulisan—Likupang telah direkomendasikan kepada Presiden untuk ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah (PP). Lantas seperti apa rencana pengembangan kawasan ini?

KEK Likupang berlokasi di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. KEK ini diajukan oleh PT Minahasa Permai Resort Development (MPRD), anak perusahaan Sintesa Group yang berdiri sejak 1992.

Total lahan KEK Likupang yang disetujui adalah seluas 197,4 hektare. Luasan lahan itu terdiri atas 155 hektare lahan berstatus sertifikat hak guna bangunan (SHGB) dan lahan seluas 42,4 hektare dengan status sertifikat hak milik (SHM).

Total investasi MPRD untuk membangun KEK Likupang mencapai Rp2,1 triliun. Adapun, proyeksi investasi dari pelaku usaha ditargetkan mencapai Rp5 triliun.

Suasana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Pulisan, Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Kamis (4/7/2019)./ANTARA-Puspa Perwitasari

Investasi itu telah mencakup rencana pengembangan resor, akomodasi, entertainment, dan MICE.

Di luar area KEK Likupang juga akan dikembangkan Wallace Conservation Center dan Yacht Marina. Dengan proyeksi pembangunan tersebut, proyeksi total tenaga kerja yang akan terserap mencapai 65.300 orang.

Berdasarkan perhitungan pengusul, KEK Likupang dapat meningkatkan serapan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulut sampai dengan 162.000 orang pada 2025. Jumlah itu akan berkontribusi sekitar 16 persen dari target Provinsi Sulut pada 2025, sebanyak 1 juta wisman.

Sebagai KEK pariwisata, kawasan ini juga diproyeksikan dapat memberikan sumbangan devisa lewat kedatangan para wisman. Berdasarkan perhitungan MPRD, proyeksi pendapatan devisa dari KEK Likupang pada 2030 diperkirakan mencapai Rp22,5 triliun.

Adapun, rencana pembangunannya akan dikembangkan melalui tiga tahap. Tahap pertama dimulai dengan pembangunan di atas lahan seluas seluas 92,89 hektare, sejak 2020 hingga 2023.

Pantai Pulisan di Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Lokasi ini ditetapkan menjadi KEK Pariwisata dan akan mengundang investor termasuk dari luar negeri./Antara

Target investor membangun luxury resort senilai Rp357 miliar, Sejuta Rasa Carpedia dengan proyek beach club senilai Rp307 miliar, Dune World untuk proyek luxury dive  resort senilai Rp50 miliar, dan Artha Prakarana yang akan membangun nomadic resort senilai Rp36 miliar.

Sulawesi Utara memang tengah fokus untuk mengembangkan pariwisata dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran penerbangan langsung dari beberapa kota di China ke Manado sejak pertengahan 2015 menjadi pendorong pertumbuhan kunjungan wisman.

Kehadiran KEK Likupang menjadi angin segar untuk terus menggenjot pariwisata Sulut. Pemprov Sulut juga turut mendukung kehadiran KEK itu dengan membangun sejumlah infrastruktur pendukung. Salah satunya adalah jalan dari Bandara Sam Ratulangi ke Likupang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, sulut, kek, kawasan ekonomi khusus

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top