Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Masyarakat Diminta Patuhi Zona Merah di Palu dan Sekitarnya

Ketaatan masyarakat terhadap himbauan ini penting agar tak ada lagi korban jiwa yang banyak jika nantinya gempa dan bencana alam kembali terjadi di Palu dan sekitarnya.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 01 Juli 2019  |  19:50 WIB
Sejumlah kerusakan akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9). - ANTARA FOTO/BNPB/pras
Sejumlah kerusakan akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9). - ANTARA FOTO/BNPB/pras

Bisnis.com, PALU - Pemerintah meminta masyarakat yang dulunya tinggal di zona merah atau kawasan rawan gempa pada wilayah Palu, Donggala dan Sigi untuk tidak kembali ke kawasan itu.

Himbauan itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. Menurutnya, ketaatan masyarakat terhadap himbauan ini penting agar tak ada lagi korban jiwa yang banyak jika nantinya gempa dan bencana alam kembali terjadi di Palu dan sekitarnya.

"Masih ada masyarakat yang tak menaati, dimana mereka kembali masuk zona merah, membangun pemukiman dan usaha. Kita minta ketegasan pemda dan kesadaran masyarakat untuk jangan melanggar zona merah karena itu berbahaya. Jangan sampai kalau ada bencana kemudian muncul korban lagi," kata Wiranto usai rapat membahas tahap rekonstruksi dan rehabilitasi pascabencana di Palu, Sulteng, Senin (1/7/2019).

Untuk membuat masyarakat yang tinggal di zona merah tak kembali lagi, pemerintah telah memulai pembangunan hunian tetap (huntap) di 3 lokasi dan beberapa hunian satelit. Huntap yang sedang dibangun berada di Kelurahan Tondo, Duyu, Pombewe, dan huntap satelit yang menyebar di berbagai wilayah.

Huntap yang akan dibangun rencananya mencapai 11.788 unit. Nantinya, hunian-hunian itu diperuntukkan masyarakat korban bencana terutama yang rumahnya hancur dan berada di zona merah.

Dalam membangun huntap, pemerintah sejauh ini telah mendapat bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Yayasan itu membantu membangun 3.000 rumah, sehingga pemerintah tinggal membangun 8.778 huntap sisanya.

Pembangunan huntap oleh pemerintah akan dilakukan paling cepat 2 bulan lagi, setelah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melaksanakan lelang proyek.

"Data penerima huntap sudah ditetapkan oleh pemkab/pemkot dan status lahannya itu akan diberikan kepada mereka sebagai hak milik," kata Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Muhammad Hidayat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sulteng Gempa Palu
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top