Investor AS Tanam US$50 Juta untuk Budidaya Perikanan Laut di Sulut

Perusahaan asal Amerika Serikat Forever Oceans akan memulai langkah awal investasi di Sulawesi Utara untuk mendirikan budidaya perikanan. Investasi yang digelontorkan perusahaan itu mencapai sekitar Rp700 miliar.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 17 Juni 2019  |  17:01 WIB
Investor AS Tanam US$50 Juta untuk Budidaya Perikanan Laut di Sulut
Ilustrasi perikanan budidaya - ANTARA/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, MANADO—Perusahaan asal Amerika Serikat Forever Oceans akan memulai langkah awal investasi di Sulawesi Utara untuk mendirikan budidaya perikanan. Investasi yang digelontorkan perusahaan itu mencapai sekitar Rp700 miliar.

CEO Forever Ocean Jason Heckathorn menerangkan nilai investasi yang ditanamkan di Sulut mencapai sekitar US$50 juta. Dia mengatakan bahwa pihaknya masih berfokus pada pendirian perusahaan di Indonesia dan perekrutan tenaga kerja.

“Dalam waktu dekat kami akan mencari regional manager yang akan menjadi representatif kami di sini, kami juga mencari lahan yang siap untuk investasi di Sulut. Secara penuh investasi proyek ini sekitar US$50 juta,” katanya kepada Bisnis, Senin (17/6/2019).

Forever Oceans adalah perusahaan Amerika Serikat yang merupakan spin off dari Lockheed Martin yang bergerak di bisnis kedirgantaraan, keamanan, dan teknologi global. Perusahaan ini mengaplikasikan teknologi perintah dan kontrol jarak jauh di dunia pertahanan untuk kebutuhan budidaya perikanan.

Korporasi tersebut akan membuat budidaya ikan kue atau amberjack di beberapa titik di perairan Sulawesi Utara (Sulut). Budidaya akan dilakukan menggunakan Keramba Jaring Apung (KLA) lepas pantai atau offshore.

Dia menjelaskan, pilihan budidaya ikan kue disesuaikan dengan ikan lokal yang ada di Sulut. Nantinya, bibit ikan akan didapatkan dari para nelayan lokal, bukan dari Amerika Serikat. Skema budidaya ini, lanjutnya, juga telah dilakukan di Panama dan Hawaii.

Namun demikian, dia mengatakan belum dapat memastikan target produksi ataupun kapan mereka akan memulai produksinya di Bumi Nyiur Melambai. Forever Oceans, lanjutnya, masih akan menjajaki hal itu dalam beberapa bulan ke depan.

“Kami masih mengumpulkan detailnya, mungkin dalam 4—5 bulan ke depan sudah lebih jelas,” ujarnya.

CSI Forever Oceans North Larsen mengatakan Sulut juga dipilih karena dinilai paling layak dibandingkan daerah lain. Hal itu didasarkan pada penelitian menggunakan satelit yang turut memperhitungkan banyak hal, seperti, kualitas air, oksigen, hingga kualitas ikan.

“Kami akan membudidayakan ikan loka amberjack, atau ikan kue. Jadi, ikannya dari sini, tidak ada ikan yang datang dari luar perairan Sulut. Kami menggunakan ikan di sini karena kualitasnya bagus dan rasanya enak,” tuturnya.

Dia mengatakan, dalam pengembangannya Forever Oceans juga akan bekerja sama dengan perguruan tinggi di Sulut seperti Universitas Sam Ratulangi dan Universitas Negeri Manado dalam hal budidaya. Tak hanya itu, pihaknya akan mempekerjakan lulusan dari universitas itu.

“Kami kerja sama untuk mempekerjakan lulusan Unsrat, dan melibatkan juga nelayan lokal dan banyak juga pelaku industri di sini. Kami merencanakan dalam 5 tahun ke depan, kehadiran kami akan membuka 140 lapangan pekerjaan di sini,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perikanan, sulut

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top