KEK Pariwisata Likupang Sulawesi Utara Dimatangkan

Kementrian Pariwisata dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mematangkan rencana pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Tanjung Pulisan, Likupang, Sulawesi Utara.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 17 Maret 2019  |  17:55 WIB
KEK Pariwisata Likupang Sulawesi Utara Dimatangkan
Pantai Pulisan, Sulut - Ilustrasi/Lukas Hendara T.M.

Bisnis.com, MANADO—Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mematangkan rencana pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Tanjung Pulisan, Likupang, Sulawesi Utara.

Kepala Dinas Pariwisata Sulut Daniel A. Mewengkang mengatakan bahwa rencana kawasan yang akan berdiri di atas lahan seluas 396 hektar itu tengah dibahas secara intensif oleh Pemerintah Provinsi Sulut dan Kementerian Pariwisata.

“Ini sudah masuk pemantapan kerja. Jadi memang betul-betul ditawarkan pada Maret itu kami pemantapannya selesai, bahwa belum keluar [Perpres] Peraturan Presiden, tapi sudah pemantapan bahwa di daerah ini ada KEK Pariwisata,” ujarnya kepada Bisnis, Sabtu (17/3/2019).

Sebagai tahap awal, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Sulut dan Pemerintah Kota Minahasa Utara telah menyiapkan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan dari Bandara Sam Ratulangi menuju Tanjung Pulisan sepanjang 39 kilometer.

Proses pembebasan lahan dimulai tahun ini dan diperkirakan akan selesai pada akhir tahun. Dengan proyeksi tersebut, pembangunan jalan diharapkan dapat dimulai pada akhir tahun ini.

Selain itu, dia mengatakan bahwa, KEK Tanjung Pulisan tersebut sudah menarik minat berbagai investor dari luar negeri, khususnya China. Nilai investasi untuk pembangunan infrastruktur pada tahap awal disebutkan sudah mencapai Rp19 triliun untuk 3 tahun awal.

“Investasinya Rp19 triliun, itu macam-macam, tapi direncanakan dari MPRD [PT. Minahasa Permai Resort Development] yang mengembangkan, dia kerja sama dengan luar juga. Jadi tidak cuma mengembangkan resort, segala macamnya, tapi lingkungan di situ juga dikembangkan,” jelasnya.

Namun, dia mengatakan bahwa dana investasi asing tersebut belum dikucurkan dan masih menunggu pengesahan KEK Tanjung Pulisan terlebih dahulu. Pada 27 Maret, MPRD akan mengajukan pengusulan lanjutan kepada Pemerintah Provinsi.

Dia menjelaskan, kehadiran KEK Pariwisata akan memberikan tiga manfaat utama. Pertama, keamanan investasi dengan disediakannya izin lokasi dan amdal. Kedua, percepatan masuknya investor dengan disediakannya sarana prasarana investasi seperti listrik, air, dan jalan. Ketiga, mengakselerasi kegiatan investasi melalui adanya sistem perizinin terpadu satu pintu (PTSP).

Sebelumnya, dalam rapat Rapat Koordinasi Percepatan Pengusulan KEK Pariwisata, Asisten Deputi Bidang Investasi Pariwisata Kemenpar, Henky Manurung menilai pemerintah daerah sudah cukup koordinatif dan siap mengembangkan KEK tersebut.

Namun, proses pengusulan perlu melalui tahapan birokrasi yang ada dengan terlebih dahulu mengajukan usulan kepada pemerintah dan dikanji lebih lanjut oleh Dewan KEK. Dia optimistis, KEK Tanjung Pulisan akan segera ditetapkan dan dapat menjadi KEK Pariwisata pertama di Sulawesi.

“Semua sudah sangat siap ini, semua pihak sudah sangat mendukung, kabupaten provinsi semua, cuma yang harus diperhatikan, ini kan adalah satu tahapan yang harus dilalui. Yaitu proses pengusulannya ini oleh MPRD-nya, ini baru pengusulan, belum menjadi apapun, nah nanti akan dibahas di Dewan KEK,” katanya, Jumat (15/3/2019).

Menurutnya, hampir tidak ada kendala dalam pegusulan KEK Pariwasata tersebut, kecuali penetapan luasan lahan yang ditentukan. Ada lahan seluas 16 hektar yang masih menjadi diperdebatkan sebagai bagian KEK atau tidak.

Menurutnya, apabila Tanjung Pulisan telah ditetapkan sebagai KEK Pariwisata akan menghadirkan manfaat besar bagi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara. KEK di Nusa Dua, Bali dapat menjadi referensi pengembangan ke depan.

“Keuntungan, saya cuma bisa bilang begini, sebagai contoh Nusa Dua, Bali itu menghasilkan Rp350 miliar pembagian dividennya kepada para pemegang sahamnya setiap tahun, kita bisa hitung berapa pajak dan segala macamnya, dan membuka lapangan kerja, membuka destinasi baru juga,” jelasnya.

Dia menjelaskan, investasi KEK Tanjung Pulisan akan berlangsung selama 10—15 tahun, dengan fokus pada wisata dan studi ilmiah kelautan. Dia mengatakan, rencananya akan dibangun pula Wallace International Conservation Resort and Marine Park sebagai pusat studi ilmiah kelautan.

Perwakilan PT MPRD Paquita Wijaya menyatakan, area konservasi itu ditujukan untuk mengembalikan keanekaragaman flora dan fauna endemik daerah. Sejauh ini, perseroan sudah menggandeng investor Singapura dan Australia untuk membangun wahana tersebut.

“Kami yakin, hadirnya KEK Tanjung Pulisan yang menyuguhkan keindahan topografi seperti green sabana, perbukitan, dan lautan ini akan menjadi daya jual bagi wisatawan," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pariwisata, sulawesi utara

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top