Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bendungan Passeloreng Diproyeksi Rampung 2018

Pemerintah mengestimasi pengerjaan fisik Bendungan Passeloreng, Sulawesi Selatan, sudah rampung secara keseluruhan pada 2018 mendatang atau lebih cepat setahun dari target awal.
Amri Nur Rahmat
Amri Nur Rahmat - Bisnis.com 19 April 2017  |  18:55 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, MAKASSAR - Pemerintah mengestimasi pengerjaan fisik Bendungan Passeloreng, Sulawesi Selatan, sudah rampung secara keseluruhan pada 2018 mendatang atau lebih cepat setahun dari target awal.

Menteri PU dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuku Hadimuljono mengemukakan konstruksi fisik infrastruktur bendungan yang dibangun di Kabupaten Wajo tersebut sudah mencapai 53%, yang mana pengalihan aliran air Sungai Gilireng sudah dilakukan untuk mendukung percepatan proyek tersebut.

"Tahapan pengalihan aliran Gilireng menjadi momentum percepapatan proyek ini, relatif cukup cepat dibandingkan dengan proyek serupa di sejumlah daeraj di Tanah Air yang rerata masih dalam kisaran 12% untuk konstruksi fisiknya," urainya saat seremoni diversion aliran Sungai Gilireng untuk Bendungan Passeloreng, Rabu (19/4/2017).

Selanjutnya, aliran Gilireng akan melewati dua unit terowongan air yang telah dibangun sebelumnya sehingga secara simultan pengerjaan maupun konstruksi fisik dari bendungan yang menyerap anggaran hingga Rp700 miliar tersebut.

Menurut Basuki, pembangunan bendungan tersebut akan memberikan efek berantai terhadap perekonomian daerah serta ikut menekan potensi terjadinya bencana ekologis di sekitar infrastruktur tersebut.

Sekedar diketahui, proyek Bendungan Passeloreng dimulai sejak 2016 lalu melalui skema tahun jamak atau multiyears yang mana pengerjaan fisik dilakukan oleh PT Wijaya Karya dan Bumi Karsa. Sejauh ini, penyerapan anggaran untuk proyek tersebut telah mencapai Rp300 miliar.

Dalam kesempatan sama, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan pembangunan Bendungan Passeloreng akan memberi dampak positif bagi masyarakat.

Selain sebagai pengendali banjir, juga akan menjadi penyedia air baku dengan kapasitas tampungan sekitar 138 juta m3 dengan tinggi bendungan 44,5 meter. Saat ini, juga masih dilakukan pengusulan review RTRW terkait kawasan hutan sebagai bagian dari tahapan proses pelepasan kawasan hutan.

"Saat ini masih menunggu peninjauan tim terpadu yang berencana datang 27 April mendatang," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infras infras
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top