Biaya Ganda Menjadi Tantangan UMKM Sulawesi Selatan

Oleh: Andini Ristyaningrum 28 Oktober 2018 | 18:18 WIB
Biaya Ganda Menjadi Tantangan UMKM Sulawesi Selatan
Perajin menenun kain./Antara-Afriadi Hikmal

Bisnis.com, MAKASSAR – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan menghadapi sejumlah kendala untuk memenangi persaingan, beberapa di antaranya rasa cepat puas, biaya logistik dan keterbatasan jaringan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel Abdul Malik Faisal mengatakan ada sekitar 1 juta UMKM yang tercatat memiliki izin di Sulawesi Selatan. Hanya saja kata dia, tidak banyak di antaranya yang mampu menembus pasar nasional hingga global.

"UMKM di Sulsel itu masih terbilang 'jago kandang'. Maksudnya, mereka bisa membuat produk yang bagus. Tapi pasarnya di lingkungan mereka saja," ungkap Malik, Minggu (28/10/2018).

Menurutnya, pelaku UMKM di Sulsel terlalu cepat puas dengan pasar lokal yang dimiliki. Di mana produk yang dipasarkan di situ-situ saja tanpa melihat potensi yang besar untuk memasarkan produknya ke wilayah di luar Sulsel.

Oleh karenanya, mereka didorong bisa memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk pemasaran melalui media sosial.

Ekonom Universitas Hasanuddin (Unhas) Andi Nur Bau Massepe berpendapat, pelaku UMKM Sulsel saat ini masih dihadapkan dalam persoalan biaya logistik yang mahal antar pulau Sulawesi dan Jawa maupun lainnya.

"Sehingga produk-produk UMKM kita jadi mahal. Kedua, sebagian bahan baku industri itu dari Jawa. Misalnya kemasan, itu banyak dari Jawa, jadi biaya produksi UMKM kita juga lebih mahal dari Jawa," ungkapnya.

Namun, ia menilai pelaku UMKM Sulsel seharusnya bisa membaca kebutuhan pasar di Jawa. Kemampuan mengetahui keinginan pasar itu jauh lebih penting. Di mana pelaku UMKM sebaiknya melakukan riset sederhana.

Salah satunya melihat potensi produk-produk kuliner apa yang disenangi orang Jawa, snack pisang seperti apa yang disenangi masyarakat Jawa.

"Mengapa pulau Jawa? Karena pulau Jawa itu adalah potensi pasar terbesar untuk memasarkan produk-produk UMKM kita," jelas Nur Bau Massepe.

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya