Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pedagang Sulsel Dikucuri Subsidi, Pasar Murah Digencarkan Jinakkan Inflasi

Pemberian subsidi dan menggencarkan pasar murah diprediksi bisa menjaga harga di tengah ancaman cuaca ekstrem.
Pedagang memilah cabai merah dan cabai rawit di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin (5/2/2024). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pedagang memilah cabai merah dan cabai rawit di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Senin (5/2/2024). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.om, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) tetap mengetatkan kontrol terhadap harga komoditas di pasar. Pasalnya ancaman kekeringan yang diproyeksi melanda wilayah ini bisa membuat harga komoditas pertanian kembali melambung.

Pj Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, sebagai upaya pengendalian inflasi sepanjang tahun ini, pihaknya berencana akan memberikan subsidi langsung ke pedagang atau distributor. Upaya ini sebagai bentuk pengendalian harga secara langsung ke masyarakat.

Harga komoditas yang bisa saja melambung sewaktu-waktu, diharapkan tidak terjadi di tataran pedagang apabila subsidi ini diterapkan.

"Subsidi ini bisa bentuknya untuk transportasi. Jadi nantinya petani pun juga tidak dirugikan, jika harga naik, para distributor tetap bisa membelinya secara wajar karena akan dapat subsidi," paparnya pada pertemuan High Level Meeting (HLM) TPID di Makassar, Selasa (4/6/2024).

Selain pemberian subsidi ke pedagang dan distributor, pemerintah provinsi juga akan menggencarkan pelaksanaan pasar murah. Seperti agenda tahun sebelumnya, pasar murah 2024 juga dirancang akan digelar di beberapa kabupaten/kota dengan pelaksanaan rutin.

"Kalau masyarakat yang dekat dengan pasar akan mendapatkan keterjangkauan harga karena pedagang dan distributornya dapat subsidi, pasar murah ini dilaksanakan untuk melayani masyarakat yang jauh dari pasar," tambahnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHbun) Sulsel Imran Jausi menambahkan, pihaknya juga akan melakukan antisipasi pengendalian harga dari sisi hulunya dengan optimalisasi lahan. Hal tersebut dilakukan guna bisa meningkatkan siklus penanaman pada tahun ini.

Pihaknya telah mempersiapkan 13.648 hektare lahan rawa yang akan dioptimalisasi. Lahan ini bisa meningkatkan penanaman yang sebelumnya hanya satu kali dalam setahun, bisa menjadi dua kali.

"Selain itu kami juga mulai mencoba padi gogo atau padi yang ditanam di kebun maupun ladang. Kelebihan padi gogo adalah tidak memerlukan irigasi khusus, jadi kebutuhan airnya tidak lebih banyak dibandingkan padi sawah," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper